IDMI Soroti Ancaman Judi Online terhadap Nilai Budaya
- 23 Jul 2026 19:42 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Ikatan Da'i Muda Indonesia (IDMI) menilai nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur, seperti gotong royong, kejujuran, kerja keras, saling menghormati, dan kepedulian sosial merupakan fondasi yang harus terus dijaga di tengah derasnya arus perkembangan teknologi dan budaya global. Hal tersebut disampaikan oleh Ust. Jumardi El-Mahady, S.H., M.H., Da'i IDMI, dalam obrolan Apresiasi Budaya Lokal di Pro 4 RRI Makassar pada hari Rabu, 22 Juli 2026 mengenai pentingnya budaya sebagai benteng moral bangsa. IDMI sendiri memiliki visi membangun peradaban Islami melalui sinergi para dai muda di seluruh Indonesia.
Menurut Ust. Jumardi, budaya lokal tidak hanya menjadi identitas suatu daerah, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi gotong royong, musyawarah, saling membantu, hingga menghormati orang tua merupakan nilai yang sejalan dengan ajaran agama dan mampu membentuk pribadi yang bertanggung jawab serta berintegritas.
Ia menjelaskan bahwa fenomena maraknya judi online saat ini menjadi ancaman serius terhadap tatanan budaya positif yang telah dibangun sejak lama. Judi online mendorong seseorang untuk menginginkan hasil secara instan tanpa usaha, sehingga bertolak belakang dengan nilai kerja keras, kejujuran, dan semangat berikhtiar yang menjadi bagian dari budaya Nusantara.
"Judi online bukan hanya merusak kondisi ekonomi seseorang, tetapi juga menghancurkan karakter. Ketika seseorang terbiasa mencari keuntungan secara instan, maka nilai kerja keras, tanggung jawab, bahkan kejujuran akan semakin memudar. Jika ini terus dibiarkan, budaya luhur yang diwariskan para pendahulu bisa terkikis oleh gaya hidup yang serba instan dan merugikan," ujar Ust. Jumardi.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa generasi muda perlu terus diperkenalkan dengan budaya lokal melalui pendidikan, kegiatan sosial, seni, dan dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, ketika anak muda bangga terhadap budayanya sendiri, mereka akan memiliki identitas yang kuat sehingga tidak mudah terpengaruh oleh perilaku negatif, termasuk praktik perjudian online.
Ust. Jumardi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, tokoh agama, hingga pemerintah, untuk bersama-sama memperkuat pendidikan moral dan budaya. Sinergi tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi muda yang berakhlak mulia, mencintai budaya bangsa, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....