Bank BRI RO Makassar Dukung Pengembangan Jagung, Gandeng PT BISI Hadirkan Benih
- 15 Mei 2026 16:53 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Bank BRI Regional Office Makassar menggandeng PT BISI Internasional Tbk (BISI) menggelar kegiatan gathering dan bussines matching ekosistem jagung. Sejumlah petani jagung mitra BISI (Contract Grower atau CGR & Sub CGR) yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan menghadiri kegiatan yang berlangsung di Hotel Ibis, Ratulangi Rabu 6 Mei 2026.
Jaman Bandu Regional Head BISI Area Sulawesi menyampaikan bahwa Sulawesi Selatan terus menunjukkan potensinya sebagai salah satu daerah unggulan penghasil jagung di Indonesia. Dari total potensi lahan jagung yang mencapai sekitar 200 ribu hektare, pemerintah menargetkan realisasi penanaman seluas 28 ribu hektare pada tahun ini.
Selanjutnya Jaman Bandu mengatakan dukungan BRI sangat penting, terutama dalam membantu akses pendanaan bagi petani dan pelaku usaha di sektor pertanian jagung. Dengan adanya dukungan tersebut, diharapkan seluruh pihak dapat memanfaatkannya secara optimal guna membangun ekosistem pertanian yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
“Dengan kehadiran BRI ini akan membantu kita semua, terutama dari sisi pendanaan. Kita harapkan ini dimanfaatkan dengan baik agar ekosistem pertanian bisa terbentuk secara maksimal,” ujarnya, dalam keterangan tertulis kepada RRI, Kamis, 14 Mei 2026.
Sementara itu Regional Micro Banking Head, Iwan Supriyanto mengatakan komitmen Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam mendukung pengembangan ekosistem jagung di Sulawesi Selatan semakin diperkuat. Hal ini ditunjukkan dengan keterlibatan langsung sejumlah Group strategis dari kantor pusat dalam mendorong kolaborasi lintas sektor.
Dalam kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha dan mitra strategis, BRI menghadirkan empat Group utama. Pertama Micro Business Development Group yang menangani pengembangan bisnis mikro di seluruh Indonesia. Segmen ini menjadi tulang punggung BRI, dengan kontribusi mencapai hampir 60 persen dari total portofolio bisnis mikro.
Khusus di wilayah Makassar dan sekitarnya, kinerja bisnis mikro BRI tercatat cukup signifikan. Nilainya mencapai lebih dari Rp40 triliun dan tersebar di empat provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, serta Maluku.
Selain itu, BRI juga melibatkan Corporate Banking 3 Group yang menangani Segmen Bisnis Korporasi dari PT BISI International Tbk & PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, dan Commercial & SME Business Solution Group Group serta Retail Funding Group yang berfokus pada layanan transaksi. Kehadiran langsung perwakilan dari kantor pusat BRI ini menjadi sinyal kuat keseriusan BRI dalam membangun kerja sama strategis.
BRI menegaskan kesiapan untuk menjalin kolaborasi business to business (B2B) dengan PT BISI Internasional Tbk (BISI) guna memperkuat pengembangan ekosistem bisnis jagung khususnya di Sulawesi Selatan sebagai titik awal implementasi, dengan misi memberdayakan petani melalui skema kemitraan petani jagung (Corn Farmer Partnership) dengan kepastian harga beli sesuai harga pasar dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, yang bertindak sebagai pembeli / offtaker hasil panen.
Melalui sinergi tersebut, BRI berharap hubungan kemitraan dengan pelaku industri dapat semakin solid. Tidak hanya dalam hal pembiayaan, tetapi juga dukungan terhadap ekosistem transaksi yang terintegrasi. “Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat hubungan B2B antara BRI dan mitra, sekaligus mendukung kebutuhan transaksi serta pembiayaan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Head Office PT BISI Internasional Wishnu Hermawan mengatakan upaya modernisasi sektor pertanian diperkuat dengan kehadiran berbagai inovasi teknologi. Dalam pemaparannya, Wishnu Hermawan menjelaskan bahwa perusahaan tersebut tidak hanya fokus pada produksi benih hortikultura dan tanaman pangan, tetapi juga menyediakan pestisida serta berbagai teknologi pendukung pertanian modern. “BISI ini adalah produsen benih hortikultura maupun tanaman pangan, juga pestisida. Selain itu, kami juga memiliki unit alat dan mesin pertanian hingga teknologi drone,” ungkapnya.
Ia menambahkan, ke depan masih banyak peluang kerja sama yang bisa dikembangkan, tidak hanya terbatas pada pembiayaan (financing), tetapi juga pada pemanfaatan teknologi seperti drone dan alat mesin pertanian (alsintan). Teknologi drone, misalnya, dinilai mampu meningkatkan efisiensi dalam budidaya jagung.
Penggunaan drone dapat mempercepat proses penyemprotan pestisida dan pemupukan, sehingga lebih hemat waktu dan tenaga. “Drone ini sangat mendukung efektivitas budidaya jagung, terutama untuk penyemprotan pestisida maupun pemupukan,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....