Roh Kebenaran Jadi Pedoman Etika Komunikasi Umat Katolik
- 10 Mei 2026 21:02 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, MAKASSAR – Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya penyebaran hoaks di media sosial, umat Katolik diajak menjadikan Roh Kebenaran sebagai pedoman dalam berkomunikasi. Hal tersebut disampaikan dalam siaran “Suara Kasih” PRO1 RRI Makassar, Sabtu (10/5/2026), bersama narasumber Toni Sidjaya, S.Ag.
Dalam pembahasannya, Toni Sidjaya menjelaskan bahwa Yesus Kristus telah menjanjikan Roh Kebenaran kepada para murid sebagai penolong dalam menghadapi berbagai tantangan dunia, termasuk persoalan komunikasi yang penuh dengan kebingungan, ujaran kebencian, dan provokasi.
“Roh Kebenaran menjadi penyaring bagi lisan dan tindakan kita. Jika benar mengasihi Kristus, maka kita tidak akan mudah menyebarkan berita bohong ataupun kata-kata yang menyakiti orang lain,” ujar Toni Sidjaya.
Ia menekankan bahwa komunikasi yang baik harus mampu membangun suasana damai dan mempererat hubungan antarsesama, terutama di tengah masyarakat yang majemuk seperti di Makassar. Menurutnya, kehidupan berdampingan dengan berbagai suku, agama, dan budaya membutuhkan sikap saling menghargai dalam setiap bentuk komunikasi.

Toni Sidjaya mencontohkan sikap sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menyapa tetangga yang berbeda keyakinan, memberikan ucapan selamat hari raya, hingga aktif membagikan informasi positif di lingkungan masyarakat maupun grup media sosial.
“Komunikasi tidak selalu melalui kata-kata. Tindakan kasih yang nyata sering kali lebih kuat maknanya dibandingkan ribuan kalimat,” katanya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya sikap lemah lembut dan penuh hormat dalam menanggapi perbedaan pandangan maupun kritik terhadap keyakinan. Menurutnya, ajaran Rasul Petrus mengajarkan umat untuk memberikan kesaksian iman tanpa harus membalas dengan kemarahan atau penghinaan terhadap orang lain.
“Kelemahlembutan bukan berarti lemah. Orang yang mampu menjawab dengan tenang dan penuh hormat justru menunjukkan bahwa dirinya dipimpin oleh Roh Kudus,” jelasnya.
Melalui siaran tersebut, umat Katolik diajak untuk menggunakan komunikasi sebagai sarana membangun persaudaraan, menjaga kerukunan, serta menghadirkan nilai kasih di tengah kehidupan bermasyarakat, baik secara langsung maupun melalui media digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....