Kebajikan, Fondasi Hubungan Manusia dengan Tian dan Sesama

  • 02 Agt 2026 07:43 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kebajikan atau de disebut sebagai landasan utama dalam ajaran Agama Khonghucu yang menghubungkan manusia dengan Tian, sesama manusia, dan diri sendiri. Tanpa kebajikan, pengetahuan, kekayaan, jabatan, maupun kekuasaan dinilai tidak akan membawa kebaikan bagi kehidupan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pemuda Agama Khonghucu Indonesia (PAKIN) Kota Makassar, Js. William Tandi, dalam program Mimbar Agama Khonghucu RRI Pro 1 Makassar, Sabtu, 1 Agustus 2026. Ia mengangkat tema "Kebajikan adalah Dasar Kehidupan Seorang Junzi atau Budiman" secara mendalam kepada pendengar.

"Kebajikan adalah kehendak Tian yang harus diwujudkan manusia, sehingga salam kebajikan dalam Agama Khonghucu, Wei De Dong Tian, bermakna hanya pada kebajikanlah Tuhan berkenan," ujar Js. William Tandi. Ia menerangkan bahwa setiap manusia menerima watak sejati atau xing dari Tian sejak dilahirkan, dan watak sejati itu pada dasarnya baik serta mengandung benih-benih kebajikan.

Narasumber menjelaskan bahwa benih kebajikan tersebut harus dipelihara dan dikembangkan sepanjang hidup, bukan sekadar diketahui secara teori. Ia mengutip Kitab Sishu bagian Daxue yang menyatakan firman Tian dinamai watak sejati, hidup mengikuti watak sejati dinamai jalan suci, dan bimbingan menempuh jalan suci dinamai agama.

Penjelasan ini menegaskan bahwa agama bukan sekadar ritual, melainkan cara menjalani kehidupan sesuai kebajikan yang bersumber dari Tian. Ketua PAKIN Makassar itu turut mencontohkan penerapannya di dunia kerja, di mana kejujuran, kepintaran, dan kedisiplinan menjadi tiga kriteria utama seorang pemimpin usaha dalam merekrut pegawai.

"Kalau tidak jujur, kepintaran dan kerajinan itu tidak ada gunanya, karena itu kebajikan selalu didahulukan daripada kemampuan," katanya. Ia memaparkan lima kebajikan utama dalam Agama Khonghucu, yaitu cinta kasih (ren), kebenaran (yi), kesusilaan (li), kebijaksanaan (zhi), dan dapat dipercaya (xin), yang disebut saling melengkapi sebagai pedoman hidup umat di tengah kesibukan zaman modern.

"Tanpa kebajikan, ilmu kehilangan arah. Tanpa kebajikan, kekuasaan menjadi penindasan. Tanpa kebajikan, kekayaan menjadi sumber keserakahan," tegasnya mengutip ajaran Nabi Kongzi. Pernyataan itu menjadi penekanan bahwa kebajikan harus menjadi dasar setiap aspek kehidupan, bukan sekadar pelengkap moral.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....