Lindungi UMKM, Anggota DPRD Wajo Hentikan Proyek Ritel
- 06 Mei 2026 21:12 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, WAJO – Sejumlah masyarakat dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Ongkoe, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, secara tegas menyatakan penolakan terhadap pembangunan toko ritel modern di wilayah mereka. Lokasi pembangunan yang berada tepat di samping Lapangan Sepak Bola Andi Mappewakkang tersebut dinilai akan mematikan usaha lokal yang selama ini menjadi penopang ekonomi warga sekitar. Menanggapi gejolak tersebut, Tolak Pembangunan Ritel Modern, Anggota DPRD Wajo Hentikan pembangunan.
Ibnu Hajar salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Wajo dari Fraksi Gerindra, melakukan kunjungan lapangan langsung ke lokasi proyek pada Rabu 06 April 2026. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang sebelumnya telah disampaikan melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di gedung wakil rakyat.

Dalam peninjauan tersebut, Ibnu Hajar didampingi oleh Camat Belawa, Kapolsek Belawa, serta Kepala Desa Ongkoe. Kehadiran unsur pimpinan kecamatan ini bertujuan untuk menyampaikan hasil rekomendasi rapat koordinasi antara DPRD dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Perindagkop, serta Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Wajo.
Ibnu Hajar menegaskan bahwa segala aktivitas pembangunan di lokasi tersebut harus segera dihentikan demi menjaga kondusivitas wilayah. Langkah tegas ini diambil untuk menghindari potensi konflik horizontal atau benturan fisik antara warga yang menolak dengan para pekerja bangunan di lapangan.
"Kami datang hari ini untuk memastikan bahwa sudah tidak boleh lagi ada kegiatan di proyek ini. Yang kita takutkan adalah benturan fisik antara warga dengan para pekerja, jadi tindakan ini adalah upaya meminimalisir gangguan keamanan. Kami menyampaikan hasil rapat dengar pendapat kemarin kepada pihak pengelola," ujar Ibnu Hajar di lokasi proyek.
Lebih lanjut, Ibnu Hajar menjelaskan bahwa para pelaku UMKM di Kecamatan Belawa merasa terancam dengan kehadiran ritel waralaba besar seperti Alfamart atau Indomaret, " saat ini wilayah di kecamatan Belawa masih murni dikelola oleh usaha-usaha Lokal , dan dengan rencana Kehadiran toko retail Modern di desa Ongkoe ini Warga Sangat khawatir akan mati Usahanya", Ujarnya dilokasi, Rabu 6 Mei 2026.
setelah diberikan penjelasan terkait regulasi dan aspirasi warga, para pekerja di lokasi akhirnya memahami situasi dan bersedia menghentikan aktivitas mereka secara sukarela.
Di akhir kunjungannya, legislator dari Fraksi Gerindra ini mengapresiasi sikap kooperatif semua pihak dan mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang. Ia berkomitmen akan terus mengawal persoalan ini agar kebijakan yang diambil pemerintah daerah nantinya tetap berpihak pada perlindungan ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan pelaku usaha kecil di Kecamatan Belawa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....