PWI Sulsel Benahi Kepengurusan Daerah Masa Transisi

  • 24 Agt 2026 15:06 WIB
  •  Makassar

RRI. CO. ID, MAKASSAR - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya membenahi struktur kepengurusan di sejumlah kabupaten yang mengalami kekosongan maupun telah berakhir masa baktinya. Ketua PWI Sulsel, Ir. H. Suwardi Thahir, M.I.Kom, mengatakan seluruh kebijakan dan kewenangan organisasi PWI di tingkat kabupaten/kota tetap berada dalam garis koordinasi dan struktur organisasi PWI Provinsi Sulsel.

Penegasan tersebut disampaikan Suwardi dalam diskusi dan koordinasi bersama jajaran pengurus PWI Sulsel serta perwakilan daerah di Warkop Sami, Panakkukang, Makassar, Minggu (23/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, Suwardi didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sulsel, H. Mappiar.

Sejumlah persoalan kepengurusan daerah menjadi perhatian, terutama wilayah yang telah berakhir masa baktinya atau mengalami kekosongan kepemimpinan. “Saat ini kepengurusan di tingkat daerah menjadi fokus perhatian serius kami, khususnya wilayah yang telah habis masa baktinya. Kami bergerak cepat melakukan pembenahan struktur, terutama pada daerah yang mengalami kekosongan kepemimpinan,” tegas Suwardi.

Ia menambahkan, untuk sementara waktu kendali organisasi di daerah yang mengalami kekosongan kepengurusan akan berada langsung di bawah koordinasi PWI Provinsi Sulsel. Menurut Suwardi, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan sekaligus menjaga tertib administrasi dan struktur kelembagaan PWI.

Sementara itu, H. Mappiar menyebut beberapa daerah menjadi perhatian khusus PWI Sulsel, di antaranya Kabupaten Soppeng, Bone, dan Wajo. “Khusus untuk PWI Wajo, kami akan segera menunjuk Pelaksana Harian atau Plh. Langkah ini diambil agar roda organisasi tetap berputar secara normal sembari menyempurnakan struktur kepengurusan yang baru,” jelas Mappiar.

Ia menegaskan, penunjukan Plh di PWI Wajo merupakan langkah penting untuk menjaga keberlangsungan program organisasi selama masa transisi kepengurusan. PWI Sulsel juga akan melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap kepengurusan daerah yang membutuhkan penataan, sehingga kepengurusan definitif dapat segera terbentuk sesuai mekanisme organisasi.

“PWI merupakan rumah besar bagi seluruh wartawan. Jangan biarkan perpecahan internal mencederai nama baik organisasi dan merusak citra pers di mata publik,” pungkas Mappiar.

PWI Sulsel pun mengimbau seluruh anggota dan pengurus di kabupaten/kota untuk tetap menjaga kekompakan, mengedepankan profesionalisme jurnalistik, serta memperkuat persatuan demi menjaga marwah organisasi.(**)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....