Anggota DPRD Sidrap Minta Masyarakat Hentikan Narasi Negatif Daerah
- 01 Sep 2026 10:17 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Sidrap - Seruan untuk menghentikan narasi negatif yang kerap menyudutkan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menyedot perhatian publik di media sosial. Sorotan tersebut mengemuka usai anggota DPRD Kabupaten Sidrap dari Fraksi NasDem, Andi Tenrisangka, S.E., mengunggah pesan terbuka di akun media sosial pribadinya.
Melalui unggahannya, Andi Tenrisangka menegaskan pentingnya melihat potensi besar dan prestasi Sidrap secara objektif, ketimbang hanya berfokus pada peristiwa-peristiwa buruk yang terlanjur viral di ruang publik. Unggahan tersebut langsung menuai respons luas dari warganet, baik yang memberikan dukungan penuh maupun yang menyampaikan kritik serta masukan konstruktif.
Andi Tenrisangka menilai bahwa identitas ratusan ribu warga Sidrap tidak seharuskannya dicoreng oleh segelintir isu negatif yang beredar di media sosial. Menurutnya, Sidrap memiliki fondasi ekonomi dan sosial yang sangat kuat serta berkontribusi nyata bagi wilayah Sulawesi Selatan.
"Sidrap jauh lebih besar, jauh lebih kaya, dan jauh lebih mulia dari sekadar berita negatif sesaat. Kita adalah lumbung padi yang menyuplai beras bagi banyak saudara di Sulawesi Selatan dan sekitarnya, serta pusat peternakan dan perkebunan yang terus berkembang," tegas Andi Tenrisangka.
Lebih lanjut, legislator dari Partai NasDem ini juga menggarisbawahi komitmen pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati H. Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Hj. Nur Kanaah. Pasangan pimpinan daerah tersebut dinilai terus berupaya membangun daerah melalui berbagai program strategis, termasuk menguatkan julukan Sidrap sebagai Kota Santri dan Kota Penghafal Al-Qur'an.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah bersama legislatif tidak pernah menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang masih ada. Momentum ini diyakini dapat menjadi pemantik untuk memperkuat persatuan warga dalam membangun citra daerah yang lebih baik dan beradab.
"Berita buruk itu mungkin datang dan pergi, tetapi jati diri Sidrap adalah daerah yang rajin, jujur, bersahaja, penuh iman, dan penuh potensi tidak akan pudar. Jangan biarkan satu hal yang keliru menutup ribuan kebaikan yang kita bangun bersama," tambahnya.
Unggahan hangat tersebut memicu beragam tanggapan dari netizen di kolom komentar. Akun bernama Jaas Jaya Mandiri menyatakan kesepakatannya atas pernyataan tersebut seraya mengingatkan sejarah besar Sidrap yang melahirkan tokoh-tokoh hebat seperti Nene Mallomo, Andi Cammi, hingga Kali Sidenreng. Namun, akun tersebut juga menyoroti perlunya ketegasan dalam memberantas praktik ilegal seperti penipuan daring (passobis), narkoba, dan tempat hiburan malam demi kemaslahatan generasi mendatang.
Di sisi lain, tanggapan kritis juga datang dari akun Unnus yang mengkhawatirkan dampak jangka panjang jika penyakit sosial di masyarakat tidak ditangani secara tuntas. Ia mengimbau agar semua pihak tidak membiarkan hal-hal negatif berkembang hingga memunculkan cap buruk baru bagi Kabupaten Sidrap.
Gelombang komentar tersebut memperlihatkan besarnya kepedulian masyarakat, baik yang bermukim di daerah maupun yang berada di perantauan. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan kesadaran seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu menjaga nama baik Kabupaten Sidrap sebagai daerah yang maju, produktif, dan berakhlak mulia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....