Perbedaan Musim Kemarau dan Fenomena El Nino
- 06 Mei 2026 10:14 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Musim Kemarau dan Fenomena El Nino adalah sistem yang berbeda namun saling memengaruhi. Musim kemarau dipicu oleh pola angin monson, sementara El Nino merupakan anomali suhu di Samudra Pasifik. Demikian disampaikan Syamsul Bahri, Ketua Kelompok Kerja Data dan informasi BMKG Stasiun Klimotologi Sulawesi Selatan saat berbincang bersama RRI Lewat Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi, Senin, 4 Mei 2026.
“Perlu mungkin kami edukasi sebentar sedikit ya bahwa musim kemarau dengan El Nino itu adalah dua sistem yang berbeda, Musim kemarau itu dibangkitkan atau dipengaruhi oleh adanya monson, monson barat dan monson timuran gitu, Sedangkan El Nino fenomena yang berbeda,” ungkapnya kepada RRI.
Musim kemarau di Sulawesi Selatan secara rutin terjadi akibat pengaruh angin Monson Barat dan Monson Timur. Ini adalah siklus tahunan yang menentukan periode basah dan kering di wilayah Indonesia. Pada tahun 2026 ini, awal kemarau di Sulsel diprediksi terjadi secara bertahap mulai bulan April dan Mei.
Di sisi lain, El Nino datang sebagai faktor tambahan yang memperburuk kondisi kemarau tersebut. Kehadiran El Nino akan membuat intensitas curah hujan selama musim kemarau menjadi jauh lebih sedikit dari biasanya. Inilah yang menyebabkan kemarau tahun ini terasa lebih ekstrem dan kering.
El Nino yang terjadi tahun ini masuk dalam kategori moderat. Meskipun bukan kategori kuat, pengaruhnya tetap signifikan karena memiliki peluang kejadian hingga 94%. Hal ini menunjukkan bahwa kepastian akan adanya tahun yang lebih kering sangatlah tinggi.
“Untuk saat ini kita memasuki musim kemarau di bulan Mei. Nah, El Nino adalah salah satu fenomena yang menambah kurangnya curah hujan. Jadi dua fenomena yang berbeda. Nah untuk tahun ini BMKG memprediksi untuk Mei, Juni, Juli, peluang terjadinya El Nino itu kategorinya sedang atau moderat, sekitar 94% akan terjadi El Nino,” kata Syamsul Bahri kepada RRI.
Pemahaman mengenai perbedaan ini penting agar masyarakat memahami mengapa imbauan penghematan air dilakukan secara masif. El Nino menyebabkan penguapan yang lebih tinggi dan menekan pembentukan awan hujan secara regional. Kondisi ini berbeda dengan kemarau normal di mana hujan ringan masih sering terjadi.
Edukasi yang disampaikan Syamsul Bahri bertujuan agar langkah mitigasi yang diambil tepat sasaran. Dengan mengetahui bahwa tahun ini ada gangguan El Nino, maka persiapan harus lebih ekstra dibandingkan tahun sebelumnya. Pengetahuan ini diharapkan dapat mengurangi kepanikan sekaligus meningkatkan kewaspadaan warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....