Peran Keluarga Dinilai Penting dalam Pencegahan Korupsi
- 28 Apr 2026 20:31 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar: Peran keluarga dinilai sangat penting dalam pencegahan korupsi,ditengah maraknya kasus korupsi yang terjadi di berbagai daerah, yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Untuk itu, KPK melakukan Bimbingan Teknik (BIMTEK) Keluarga Berintegritas yang kali ini menyasar Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta pasangannya di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang berlangsung, Selasa, 28 April 2026 di Ruang Pola, Kantor Gubernur Sulsel ini, dihadiri langsung oleh Deputi Pendidikan Peran Serta Masyarakat Wardiana, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman serta Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman. Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, menyatakan keluarga memiliki peranan penting dalam melakukan pencegahan korupsi, dan tentu diharapkan keluarga mencegah pertama, sehingga pasangannya yang menjadi birokrat tidak melakukan tindakan pidanan korupsi.
Namun, Wawan menyatakan kondisi saat ini khususnya yang ditangani oleh KPK, keluarga bahkan jadi pendorong, "Jadi selain berkolaborasi, tapi juga mendorong pasangannya pasangannya melakukan tindak pidana korupsi, sehingga akhirnya kami melakukan kegiatan Bimtek yang bukan hanya menyasat birokrtanya, tapi akar masalahnya dimana? Salah satunya ya (Keluarga, red) tidak semua, tapi salah satunya ternyata kalau melihat yang ditangani oleh KPK kan banyak yang melibatkan keluarga,"kata Wawan
Ia mencontohkan, bagaimana kasus korupsi yang melibatkan anak dengan bapak, atau kakak dengan adik dan suami dengan istri dan lain-lain. Untuk itu, Wawan menyebutkan melalui kegiatan ini mengingatkan para keluarga supaya menjaga integritas. "Pertama yang harus dijaga adalah dari keluarga , jadi berangkat dari rumah mau bekerja mau kemana pun juga, kalau dari rumah urusan integritas dipegang, keluar rumah pun demikian, di komunitas, di tempat kerja maupun di masyarakat, di ruang publik, kita jaga terus integritasnya. Salah satunya tadi dari pihak keluarga," paparnya
Nantinya, usai mengikuti Bimtek, Wawan menyatakan tentu akan ada evaluasi diberikan, " BIMTEK ini walaupun hanya seharian ya dari pagi ini sampai sore nanti, biasanya itu diminta pasangan itu membuat rencana aksi. Jadi setiap pasangan ini nanti dibuat rencana aksinya apa habis ini? Minimal, untuk mengingatkan keluarga kita seperti apa. Saya lihat ada beberapa itu apalagi sekarang dengan mensos ya, Teman-teman sudah terbiasa , kumpul bapak, ibu anak dan lain-lain, kemudian melakukan deklarasi di medsos, ini akan dilihat oleh masyarakat," ucapnya
Sehingga, Wawan menyebutkan jika nanti terjadi penyimpangan masyarakat yang melihat itu, bisa mengingatkan jika tentang pencegahan korupsi, "Minimal dengan deklarasi itu ya di ruang publik yang lewat media sosial dan lain-lain. Bisa di ruang keluarga. Yang kedua, sebagai pejabat itu tentu punya kewenangan. Pakailah kewenangan itu untuk membentuk sistem yang berintegritas, jadi teladan bagi anak buahnya," terangnya
Lanjut Wawan, Kepala OPD juga diharapkan bisa membuat regulasi buat internal mereka atau semacam deklarasi, "Saya harap kepala OPD bisa membuat regulasi atau minimal minimal deklarasi. 'Mulai hari ini saya sebagai Kepala OPD ini saya tidak mau lagi mendapatkan sesuatu yang di luar ketentuan publik'. Deklarasi bersama tentunya akan membuat tenang pegawai dibawahnya, sudah tidak ada ini lagi, nggak ada setoran lagi. Kalau semua kepala OPD, kemudian dipublikasi dalam bentuk media sosial dan lain-lain, masyarakat juga ikut mengawasi, keluarga juga bisa tenang, nah harapannya tentu ini akan menjadi semacam snowball. Berharap seperti itu," ungkapnya.
Sehingga, Wawan menyatakan dari satu keluarga ke keluga yang lain, masyarakat, kalau Sulawesi Selatan ya menjadi masyarakat yang berintegritas. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan terima kasih kepada para pimpinan dan teman-teman dari KPK yang telah melaksanakan kegiatan dengan menyasar keluarga pejabat, "Kita tahu kesuksesan seorang pejabat ataupun siapa, ada keluarga yang betul-betul kuat melakukan pendampingan, mendoakan dan semuanya," ujarnya
Di lain sisi, ada yang perlu diantisipasi bahwa tidak sedikit juga keluarga yang bermasalah,"Biasanya kan ada pengaruh yang kuat dari keluarga yang mempengaruhi hal-hal yang tentu karena terkadang pendidikan ataupun pemahaman terkait masalah area korupsi yang tidak kemudian dipahami secara baik. pemilihan BIMTEK ini sangat baik karena memberikan pemahaman secara aturan regulasi yang mana area-area yang menjadi abu-abu mungkin tadinya dengan keluarga, kemudian menjadi terang benderang bagi mereka," kata Andi Sudirman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....