Melestarikan Bahasa Daerah di tengah Arus Modernisasi
- 11 Agt 2026 21:16 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Upaya mencegah kepunahan bahasa daerah menjadi perhatian penting di tengah perkembangan zaman dan perubahan pola komunikasi masyarakat. Bahasa daerah tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas, sejarah, nilai-nilai budaya, serta kearifan lokal yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dalam obrolan Apresiasi Budaya Lokal di Pro 4 RRI Makassar, pada hari Senin 10 Agustus 2026, Dosen Departemen Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, Pammuda, S.S., M.Si., mengatakan keberlangsungan sebuah bahasa sangat bergantung pada keberadaan penuturnya. Ketika bahasa daerah semakin jarang digunakan, khususnya oleh generasi muda, maka keberadaan bahasa tersebut juga semakin terancam.
Karena itu, penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari menjadi salah satu langkah sederhana untuk mencegah kepunahan. Menurut Pammuda, keluarga menjadi lingkungan pertama dan paling penting dalam proses pewarisan bahasa daerah.
Orang tua dapat membiasakan anak-anak berkomunikasi menggunakan bahasa daerah di rumah. Dengan cara tersebut, anak tidak hanya mengenal bahasa sebagai bagian dari pelajaran, tetapi juga memahami bahwa bahasa daerah merupakan bagian dari kehidupan dan identitas mereka.
“Bahasa daerah itu akan hidup kalau ada penuturnya. Jadi, yang paling penting adalah bagaimana bahasa itu tetap digunakan, terutama dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Kalau tidak digunakan, lama-kelamaan generasi berikutnya tidak lagi mengenal bahasa tersebut,” ujar Pammuda.
Selain keluarga, sekolah, komunitas, pemerintah, dan lembaga kebudayaan juga memiliki peran dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pembelajaran bahasa daerah, kegiatan sastra dan seni tradisional, lomba, festival budaya, pendokumentasian cerita rakyat, hingga kegiatan literasi yang memperkenalkan bahasa daerah kepada anak-anak dan generasi muda.
Di era digital, pelestarian bahasa daerah juga perlu dikemas dengan cara yang kreatif dan mengikuti perkembangan teknologi. Media sosial dapat menjadi ruang baru untuk memperkenalkan bahasa daerah melalui video pendek, podcast, musik, cerita, konten edukasi, maupun berbagai karya kreatif lainnya.
Dengan demikian, bahasa daerah dapat hadir di tengah kehidupan generasi muda tanpa kehilangan nilai dan makna budayanya. Pammuda berharap masyarakat tidak memandang bahasa daerah sebagai sesuatu yang kuno atau tidak relevan dengan perkembangan zaman.
Sebaliknya, bahasa daerah perlu ditempatkan sebagai kekayaan budaya yang memiliki nilai penting bagi kehidupan masyarakat. Menjaga bahasa daerah berarti menjaga identitas dan pengetahuan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.
Karena itu, pencegahan kepunahan bahasa daerah membutuhkan kepedulian bersama, mulai dari keluarga hingga generasi muda sebagai penerus kebudayaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....