Disnakkeswan Sulsel Pastikan Ketersediaan Hewan Qurban Tercukupi

  • 26 Apr 2026 09:27 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar -Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulawesi Selatan (Disnakkeswan Sulsel) memastikan ketersediaan Hewan Qurban tercukupi pada momen Idul Adha. Dinaskkeswa menyebut Ketersediaan sapi 81.875 ekor, kemudian untuk kerbau ada 5.354 ekor dan kambing 51.639 ekor.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Vetrenir, pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sriyanti Haruni. Ia menyebutkan dari jumlah ketersediaan tersebut, untuk kebutuhan sapi 57.879 ekor, kemudian untuk kerbau 41 ekor kebutuhan, kemudian kambing itu 4.188 ekor.

"Ada neraca atau selisih antara ketersediaan dan kebutuhan masih di-range yang cukup. Sehingga dipastikan untuk ketersediaan ini mencukupi nanti selama hari raya idul adha ," ungkap Sriyanti saat dikonfirmasi, Sabtu, 25 April 2026.

Ia menambahkan, untuk hewan-hewan ternak ini, rata-rata berasal dari Sulsel, "Saat ini rata-rata semua berasal dari Sulsel, malah Provinsi mengirimkan keluar seperti daerah Kalimantan, karena dari sisi kebutuhan dan ketersediaan ini ada kelebihan, dari jumlah yang ada," ungkapnya

Terkait dengan permintaan hewan kurban terbanyak, dan daerah penyuplai, Sriyanti menyebutkan untuk kebutuhan hewan kurban paling banyak itu menurut data, kota Makassar, Gowa dan Bone, "Kalau kota Makasar untuk daerah penyuplai cukup banyak, salah satunya ada dari Sinjai. Kalau Gowa dan Bone, biasanya langsung. Mereka tidak mengambil dari luar, karena ketersediaan mereka mencukupi apalagi kalau Bone, karena sebagai daerah yang ternaknya cukup banyak, dan biasanya mereka menyuplai ke daerah," paparnya.

Sementara itu, terkait dengan Kewaspadaan penyakit hewan ternak menjelang Idul Adha, Sriyanti menyatakan pihaknya sudah mengeluarkan surat kewaspadaan tentang pengendalian penyakit, "Kami tidak hanya antraks saja tetapi kan ada penyakit PMK (penyakit mulut dan kuku) yang kita tahu baru-baru Kami juga minta kewaspadaan masyarakat untuk mewaspadai penyakit-penyakit tersebut," jelasnya

Untuk antraks, Sriyanti menambahkan saat ini tidak ada ditemukan laporan dan semua terkendali, tidak ada laporan kasus. "Kemudian untuk PMK meskipun tetap ada kasusnya namun kami sudah menggalakkan vaksinasi, kemudian pengawasan lalu lintas, kemudian juga biosecurity. Untuk vaksin PMK tidak ada masalah kami baru-baru ini mendistribusikan. Kami sudah mendistribusikan tahap 1, kemudian sudah tahap 2, kurang lebih 50 ribu dosis. Kemudian kami sudah tambahkan lagi. Untuk vaksin tidak ada kendala," paparnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....