Perempuan Berdaya Jadi Benteng Lawan Ancaman Narkoba

  • 21 Apr 2026 11:37 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Momentum apresiasi budaya lokal bertajuk Habislah Gelap, Terbitlah Terang Budaya Perempuan Berdaya, Bangsa Berjaya" yang digelar pada Senin 20 April 2026, menyoroti peran krusial kaum perempuan dalam menjaga ketahanan bangsa. Dalam diskusi tersebut, narasumber utama Dr. Ery Iswary, M.Hum., menekankan bahwa kemajuan sebuah bangsa sangat bergantung pada sejauh mana perempuan mampu menjadi benteng pertahanan pertama bagi keluarga.

Dosen Departemen Sastra Daerah FIB Universitas Hasanuddin (UNHAS) tersebut menguraikan bahwa di era digital saat ini, tantangan yang dihadapi para ibu jauh lebih berat dan kompleks. Perempuan bukan sekadar pendamping, melainkan pendidik utama atau madrasah pertama dalam struktur masyarakat terkecil, yakni rumah tangga. Menurutnya, kesadaran perempuan akan dinamika sosial menjadi kunci utama dalam menyelamatkan generasi masa depan.

ScreenShoot Acara Apresiasi Budaya Pro 4 RRI Makassar Bersama Bu Dr. Ery Iswary, M.Hum Dosen Departemen Sastra Daerah FIB Universitas Hasanuddin (UNHAS)

Dr. Ery mengungkapkan kekhawatirannya terhadap ancaman nyata yang saat ini mengintai generasi muda. Meskipun pengaruh media sosial sangat masif, ancaman yang jauh lebih destruktif dan mematikan adalah peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang. Ia menegaskan bahwa peran perempuan untuk berdaya secara intelektual dan mental sangat penting didengungkan agar mereka mampu mendeteksi bahaya tersebut sejak dini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa para bandar dan pengedar narkoba kini menggunakan berbagai cara licik untuk menyasar anak-anak, bahkan melalui barang-barang yang tampak tidak berbahaya. Pengetahuan mengenai modus operandi ini tidak hanya wajib dimiliki oleh remaja, tetapi justru lebih krusial bagi ibu rumah tangga. Tanpa pemahaman yang memadai, keluarga berada dalam ancaman bencana yang bisa merusak masa depan secara permanen.

"Ibu rumah tangga harus paham bagaimana cara pengedar menyisipkan narkoba secara tidak langsung, baik itu melalui permen, rokok, hingga minuman. Pengetahuan inilah yang nantinya akan ditransformasikan kepada anak-anak agar mereka lebih berhati-hati dalam berinteraksi," ujar Dr. Ery dalam obrolan tersebut. Ia mengingatkan bahwa sosialisasi mengenai bahaya psikotropika harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan.

Dr. Ery juga memberikan peringatan keras kepada para orang tua untuk tidak lengah dalam mengawasi pergaulan anak, sekalipun dengan teman sebaya atau sahabat dekat. Kepercayaan yang diberikan tidak boleh bersifat buta, karena seringkali celah masuknya pengaruh narkoba justru berasal dari lingkungan pertemanan yang dianggap paling aman. Kewaspadaan ekstra menjadi harga mati dalam melindungi buah hati.

Di akhir Obrolan Dr Ery menekankan bahwa tema "Habislah Gelap, Terbitlah Terang" hanya akan terwujud jika perempuan memiliki kapasitas untuk memutus rantai gelap peredaran narkoba. Dengan perempuan yang berdaya dan cerdas, bangsa Indonesia diyakini akan lebih tangguh dan berjaya dalam menghadapi berbagai terpaan zaman yang semakin tidak menentu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....