Pentingnya Edukasi Sejarah Sebagai Benteng Moral Generasi Muda

  • 16 Sep 2026 13:49 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Tantangan pelestarian nilai-nilai sejarah bagi generasi muda di era digital memerlukan langkah kreatif dari para ahli. Akademisi dan budayawan, Prof. Aminuddin Salle mendorong para sejarawan untuk lebih aktif mengambil peran.

"Jadi mesti tertantang ini para ahli sejarah dan para ahli budaya untuk menyebarluaskan ini. Apalagi di era digital seperti ini, itu didorong misalnya ada wisata budaya atau wisata sejarah yang dipelopori," ajak Prof. Aminuddin kepada RRI pada Rabu, 16 September 2026.

Generasi muda dan mahasiswa diharapkan tidak hanya mempelajari sejarah melalui teori di dalam kelas formal. Aktivitas lapangan dan pemanfaatan media sosial dinilai efektif mempromosikan warisan leluhur.

Teknologi seperti tur virtual dan digitalisasi dokumen diakui memiliki manfaat positif dalam menyebarkan informasi. Namun, inovasi teknologi dianggap belum sepenuhnya bisa menggantikan pengalaman fisik di lokasi.

"Nah, itu bermanfaat, tetapi saya pikir lebih bermanfaat lagi kalau berkunjung langsung ke tempatnya. Karena berbeda dengan yang kita lihat kalau sekadar buka-buka gadget, pasti ada bedanya dibanding dengan berkunjung langsung," tegas Prof. Aminuddin.

Dikatakan, pengalaman mendatangi situs secara langsung memberikan ikatan emosional dan suasana (vibes) yang tidak didapatkan dari layar kaca. Pengalaman pribadi membuktikan bahwa keterlibatan langsung memberikan kesan yang jauh lebih mendalam.

Lebih lanjut, mengenai kepemimpinan dan penentuan kebijakan, perhatian besar dari pemerintah sangat dibutuhkan untuk menjaga situs-situs bersejarah. Minimnya perhatian terhadap sejarah berisiko mengikis karakter dan moral bangsa.

Penyimpangan atau pelanggaran yang marak terjadi di masyarakat sering kali dipicu oleh ketidakpahaman atas sejarah bangsa. Pemahaman terhadap nilai sejarah diyakini dapat menjadi benteng moral bagi seseorang.

Sebagai penutup, pembelajaran cagar budaya dan warisan sejarah harus dijadikan sarana utama untuk menguatkan kembali identitas diri. Mengingat sejarah akan membuat seseorang berpikir ulang sebelum melakukan tindakan yang merugikan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....