Ancaman dan Potensi Ekonomi Cagar Budaya Sulawesi Selatan
- 16 Sep 2026 13:49 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Kondisi pelestarian situs cagar budaya dan warisan sejarah di Sulawesi Selatan saat ini dinilai masih menghadapi tantangan besar. Budayawan, Prof. Aminuddin Salle, memaparkan realitas lapangan terkait kondisi objek bersejarah tersebut.
"Alhamdulillah di beberapa tempat itu terlindungi, terjaga. Banyak yang terjaga seperti Benteng Somba Opu, tapi ada banyak juga yang kayaknya terabaikan," ujar Prof. Aminuddin dalam Program Makassar Menyapa Pagi.
Salah satu contoh cagar budaya penting yang memerlukan perhatian lebih adalah lokasi bersejarah Perjanjian Bungaya. Situs monumental tersebut dinilai masih minim perhatian dan perawatan dari pihak terkait.
"Tempo hari itu saya jalan-jalan bertemu dengan beberapa orang warga, dia bercerita tentang tempat dilaksanakannya penandatanganan Perjanjian Bungaya. Itu nampaknya tidak terurus, padahal menurut saya itu penting," sesal Prof Aminuddin.
Prof. Aminuddin menilai bahwa ancaman utama terhadap kelestarian warisan masa lalu adalah minimnya kepedulian publik. Padahal, keberadaan situs bersejarah memiliki fungsi edukatif sebagai sarana pengingat perjuangan bangsa.
Keberadaan situs sejarah dianggap sangat penting sebagai wahana pembelajaran karakter bagi generasi muda secara turun-temurun. Melalui peninggalan bersejarah, nilai-nilai patriotisme dapat terus diwariskan.
Lebih lanjut dikatakan, terkait dengan ancaman pembangunan infrastruktur, timbul kekhawatiran akan terjadinya ketimpangan kebijakan di lapangan. Diperlukan pengawasan ketat agar pembangunan modern tidak merusak keberadaan cagar budaya. Rabu, 16 September 2026.
Selain itu, pandangan pragmatis yang menganggap cagar budaya tidak mendatangkan nilai keuntungan ekonomi dinilai sebagai kekeliruan besar. Jika dikelola dengan baik, situs sejarah justru mampu menjadi penggerak ekonomi warga sekitar.
"Ada orang terlalu pragmatis berpikir bahwa secara finansial itu tidak mendatangkan keuntungan, itu keliru. Di tempat lain justru dipelihara, wisatawan datang untuk melihat itu, kemudian jadi objek wisata yang membawa multiplier effect kepada masyarakat," ungkap Prof. Aminuddin.
Oleh karena itu, diperlukan pemahaman menyeluruh dari berbagai pihak agar nilai sejarah dan potensi ekonomi dapat berjalan seiringan. Sinergi antara perlindungan situs dan dampak finansial harus dipahami secara tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....