Mendorong Inklusivitas lewat Konsep Sekolah Rakyat
- 20 Apr 2026 09:58 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar—Mendorong Inklusivitas Lewat Konsep Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya mendorong pemerataan akses pendidikan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang saat ini. Dialog ini menghadirkan juga Mirdan Midding sebagai narasumber yang memberikan perspektif praktis dari dunia pendidikan di Program Makassar Menyapa Pagi edisi Senin, 20 April 2026,.
Dalam penjelasannya, Mirdan Midding menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan pendekatan alternatif yang dirancang untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya terlayani oleh sistem pendidikan formal. “Konsep ini menjadi langkah yang strategis dalam mengurangi kesenjangan pendidikan. Sekolah Rakyat hadir untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan hak pendidikannya,” jelasnya.
Menurutnya, inklusivitas menjadi nilai utama dalam penerapan Sekolah Rakyat, di mana semua anak memiliki kesempatan yang sama tanpa melihat latar belakang sosial, ekonomi, maupun kondisi fisik. Ia juga menekankan bahwa pendidikan harus mampu merangkul semua kalangan.
“Kita ingin membangun sistem pendidikan yang tidak diskriminatif dan benar-benar terbuka untuk semua,jangan ada label pengkotakan kaya dan miskin,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mirdan menyoroti bahwa pendekatan adaptif dalam Sekolah Rakyat memungkinkan proses belajar disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Hal ini dinilai penting agar pendidikan tidak bersifat kaku dan lebih relevan dengan kondisi nyata di lapangan.
“Metode pembelajaran harus fleksibel agar bisa menjawab kebutuhan siswa yang beragam,” katanya.
Sebagai Penanggung Jawab Kesehatan dan Lingkungan di SMA Negeri 17 Makassar, ia juga menekankan pentingnya integrasi nilai kesehatan dan kesadaran lingkungan dalam pendidikan. Menurutnya, Sekolah Rakyat dapat menjadi wadah untuk membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini.
“Pendidikan yang baik adalah yang mampu membentuk karakter, termasuk dalam menjaga kesehatan dan lingkungan,” tuturnya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam mewujudkan konsep ini secara nyata. Tanpa dukungan bersama, implementasi Sekolah Rakyat dinilai tidak akan berjalan optimal.
“Perlu ada sinergi dari semua pihak agar konsep ini tidak berhenti sebagai wacana,” ungkapnya.
Dalam hal pengembangan pendidikan ke depan, Mirdan mendorong adanya inovasi berbasis kearifan lokal agar pembelajaran lebih kontekstual dan mudah dipahami peserta didik. Ia percaya pendekatan tersebut mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
“Ketika pendidikan dekat dengan kehidupan sehari-hari, maka dampaknya akan jauh lebih terasa,” katanya.
Mirdan Midding berharap Sekolah Rakyat benar-benar dapat menjadi model pendidikan inklusif yang berkelanjutan di Indonesia. “Saya optimistis konsep ini mampu menciptakan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Sekolah Rakyat harus menjadi gerakan bersama untuk menghadirkan pendidikan yang adil dan merata bagi semua,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....