Unismuh Makassar Matangkan Persiapan Idul Adha

  • 17 Apr 2026 14:51 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Universitas Muhammadiyah Makassar mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Idul Adha 1447 Hijriah. Muhammadiyah sendiri telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, sehingga persiapan teknis mulai dilakukan lebih awal guna memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah.

Panitia Hari Raya Idul Adha Unismuh menggelar rapat koordinasi di Sekretariat Badan Eksekutif Masjid (BEM) pada , Kamis, 16 April 2026 yang dipimpin Ketua Panitia, Abd. Munir, didampingi Sekretaris Azlam Rasyid, serta dihadiri jajaran panitia bersama BEM Subulussalam Al-Khoory. Rapat ini membahas sejumlah aspek penting terkait pelaksanaan salat hingga penyembelihan hewan kurban.

Dalam rapat tersebut, pelataran kampus ditetapkan sebagai lokasi utama pelaksanaan Salat Idul Adha. Area ini dinilai representatif karena memiliki daya tampung besar dan mampu menampung ribuan jemaah dari kalangan civitas akademika maupun masyarakat umum.

“Pelataran kampus menjadi pilihan utama karena daya tampungnya besar. Namun, kami tetap menyiapkan opsi cadangan untuk memastikan pelaksanaan salat berjalan lancar,” ujar Abd. Munir. Ia menambahkan bahwa langkah antisipasi dilakukan untuk menghindari kendala teknis saat hari pelaksanaan.

Panitia juga menyiapkan lokasi alternatif guna mengantisipasi kemungkinan cuaca buruk atau lonjakan jumlah jemaah, sebagaimana yang terjadi pada pelaksanaan Idul Fitri sebelumnya. Opsi cadangan ini diharapkan mampu menjaga kenyamanan dan keamanan seluruh jemaah yang hadir.

Selain membahas pelaksanaan salat, rapat turut menyoroti teknis penyembelihan hewan kurban. Lokasi yang selama ini digunakan di belakang Gedung Rusunawa tidak lagi tersedia karena telah berdiri sejumlah bangunan baru, sehingga panitia perlu mencari alternatif yang lebih memadai.

Sejumlah lokasi pun diusulkan, salah satunya area parkir di belakang masjid yang dinilai strategis karena dekat dengan saluran pembuangan air dan memudahkan proses pembersihan. Meski demikian, keputusan final masih menunggu arahan dari pimpinan kampus.

“Dalam waktu dekat kami akan menghadap rektor untuk meminta arahan terkait lokasi yang paling tepat,” kata Munir. Ia menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak kampus menjadi kunci agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana.

Usai rapat, panitia juga membuka pendaftaran hewan kurban bagi dosen dan karyawan. Masyarakat umum turut diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam ibadah kurban sebagai bagian dari semangat berbagi dan kepedulian sosial.

Untuk tahun ini, harga sapi diperkirakan mengalami kenaikan tipis, yakni berkisar Rp15 juta hingga Rp16 juta per ekor, atau sekitar Rp2,3 juta hingga Rp2,5 juta per orang. Panitia menyebut harga tersebut masih bersifat sementara dan akan disesuaikan kembali setelah dilakukan survei lapangan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....