Kasus Campak Jeneponto Menurun, Dinkes Tetap Gencarkan Edukasi
- 14 Apr 2026 14:24 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Campak adalah penyakit infeksi virus yang sangat menular, ditandai dengan gejala demam, batuk, dan ruam merah yang khas. Penyakit campak disebabkan oleh virus dari keluarga paramyxovirus dan menyebar melalui percikan air liur (droplet) saat penderita bersin atau batuk.
Kepala Dinas Kesehatan Kab. Jeneponto, Syusanty A. Mansyur kepada RRI pada Selasa, 14 April 2026 menyebut bahwa berdasarkan hasil laporan Kepada Kementerian Kesehatan melalui Surveillance yang ada di Kabupaten/Kota pada tahun 2025 terdapat kurang lebih 74 kasus campak di Kabupaten Jeneponto. Kasus positif yang terdata hingga mencapai 58 orang.
“Tentunya ini menjadi perhatian utama dari pemerintah daerah. Kemudian, kami laporkan ke Provinsi dan Kementerian Kesehatan. Alhamdulillahnya, setelah dilakukan surveillance di tahun 2026, kasus campaknya semakin menurun,” jelas Syusanty – sapaan akrabnya.
Syusanty menjelaskan terdapat beberapa intervensi yang telah dilakukan. Hal tersebut telah menunjukkan perkembangan dalam beberapa bulan terakhir dengan jumlah kasus baru yang cenderung melandai.
Meskipun tidak terjadi lonjakan kasus seperti tahun 2025, Syusanti tetap menerapkan status kewaspadan yang cukup tinggi. Diakui, tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat masih banyak yang tidak mau melakukan vaksinasi dampak covid-19 lalu.
“Masih banyak masyarakat kita mungkin karena dampak covid kemarin itu, banyak yang tidak mau dilakukan vaksinasi. Tidak mau dilakukan imunisasi rutin ini dari Covid karena kemarin ketakutan. Di salah satu wilayah yang terdampak KLB ini memang untuk imunisasinya cukup rendah,” ungkap Syusanty.
Berbagai upaya dilakukan agar orang tua membawa anaknya melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan. Petugas kesehatan melakukan edukasi kebersihan lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....