Instalasi Listrik Tak Tertata, Jadi Sorotan Damkar Maros

  • 07 Jun 2026 22:53 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Kondisi instalasi dan jaringan listrik yang semrawut di sejumlah titik di Kabupaten Maros dinilai menjadi salah satu faktor yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros meminta adanya peremajaan dan penataan ulang jaringan listrik untuk mengurangi risiko musibah tersebut.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan serta Sapras Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros Aryadi mengungkapkan, berdasarkan pengalaman penanganan sejumlah peristiwa kebakaran dalam beberapa tahun terakhir, instalasi listrik yang tidak tertata dengan baik menjadi salah satu penyebab yang kerap ditemukan di lapangan.

"Sejak bertugas di lingkungan pemadam kebakaran, telah terjadi beberapa kasus kebakaran yang diduga dipicu oleh instalasi kelistrikan yang tidak memenuhi standar keamanan. Karena itu, pihaknya berharap ada perhatian dari pihak terkait untuk melakukan pembenahan jaringan listrik yang dinilai sudah tidak layak di sejumlah lokasi" ujarnya Minggu, 7 Juni 2026.

Dari hasil pemantauan petugas, terdapat sejumlah titik di wilayah Maros yang memiliki kondisi kabel listrik sangat padat dan tidak tertata. Bahkan, pada beberapa tiang listrik terlihat banyak kabel bertumpuk dengan kondisi yang sudah mulai tidak terurus.

"Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di Kecamatan Maros Baru. Di kawasan tersebut, petugas menemukan banyak kabel yang menumpuk pada satu tiang listrik. Kondisi serupa juga ditemukan di beberapa titik di Jalan Poros Maros yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat" jelas Aryadi.

Pihak Damkar menilai peremajaan jaringan listrik sangat diperlukan, baik melalui penggantian kabel yang sudah tua maupun penataan ulang instalasi agar lebih rapi dan aman. "Langkah tersebut diyakini dapat mengurangi risiko korsleting listrik yang berujung pada kebakaran" ungkapnya.

Selain menyoroti persoalan instalasi listrik, Damkar Maros juga mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Berdasarkan data beberapa tahun terakhir, kebakaran lahan masih menjadi ancaman utama yang kerap terjadi saat curah hujan menurun.

"Untuk mengantisipasi hal tersebut, seluruh personel telah diperintahkan untuk siaga menghadapi potensi kebakaran lahan dan kebakaran lainnya, termasuk yang dipicu oleh gangguan instalasi listrik di kawasan permukiman warga" pungkas Aryadi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....