Pembinaan ASN Kemenag Palopo, Ali Yafid Tekankan Pentingnya Kedisiplinan

  • 09 Apr 2026 09:30 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kementerian Agama Kota Palopo kembali menggelar kegiatan Pembinaan ASN dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia demi mewujudkan pelayanan yang maksimal. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Haji Kota Palopo pada Rabu, 8 April 2026 ini dihadiri oleh ASN dalam lingkup Kemenag Kota Palopo, sebagai bagian dari upaya penguatan sistem kerja berbasis kinerja dan teknologi.

Dalam sambutannya, Plt Kakan Kemenag Kota Palopo menyampaikan bahwa kehadiran dirinya sejak 3 Februari lalu merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia mengakui masih dalam tahap adaptasi, namun tetap berkomitmen mendorong perubahan positif melalui program Pembinaan ASN yang berkelanjutan. Usman Senong menekankan pentingnya digitalisasi dalam sistem kerja ASN. Ia mendorong penerapan Aplikasi Srikandi dalam aktivitas sehari-hari sebagai bagian dari transformasi birokrasi modern. Melalui langkah ini, Pembinaan ASN tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga efisiensi sistem kerja.

Menurutnya, penggunaan aplikasi digital seperti Srikandi mampu mempercepat proses administrasi, meningkatkan kontrol kinerja, serta mengurangi penggunaan kertas secara signifikan. Hal ini juga menjadi bagian dari implementasi Asta Cita yang menekankan efisiensi dan transparansi dalam pelayanan publik. “Saya juga sudah mengarahkan Prakom untuk membuat aplikasi LKH sehingga ASN tidak perlu lagi membawa buku untuk mencatat, tetapi bisa dilakukan di mana saja secara digital,” tegasnya, menandai arah baru dalam sistem Pembinaan ASN berbasis teknologi.

Selain itu, dirinya juga tengah melakukan pemetaan ulang distribusi ASN, khususnya di tingkat KUA, menyusul adanya pergeseran formasi akibat pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK. Langkah ini dinilai penting agar pelayanan tetap berjalan optimal dan merata.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ali Yafid, membuka kegiatan Pembinaan ASN dengan menekankan pentingnya kedisiplinan sebagai fondasi utama kinerja aparatur. Ia mencontohkan penerapan disiplin kerja di Kemenag Kabupaten Tana Toraja yang dinilai berjalan dengan baik. “Di Toraja, kedisiplinannya tinggi. Monitoring kehadiran menjadi perhatian utama, jam kerja tetap dijalankan dari pagi hingga sore, meskipun tetap mempertimbangkan tugas lapangan bagi penyuluh agama, penghulu, dan pengawas,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh ASN untuk memanfaatkan masa pengabdian dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab. Menurutnya, kesejahteraan yang diberikan negara harus dibalas dengan kinerja yang disiplin, profesional, dan berintegritas. Ali Yafid menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang saling mendukung, bukan saling menjatuhkan. Ia mengingatkan bahwa setiap ASN memiliki tugas pokok dan fungsi masing-masing yang harus dijalankan secara maksimal agar roda organisasi berjalan dengan baik. “Mari kita bersatu membangun Kementerian Agama, bekerja dengan ikhlas dan tulus. Kerjakan tugas kita sebaik mungkin, karena setiap kebaikan pasti akan mendapatkan balasan,” ujarnya.

Terkait komitmen dalam pelaksanaan tugas, ia juga memberikan ruang seluas-luasnya bagi ASN untuk berinovasi, terutama dalam pemanfaatan teknologi informasi. Menurutnya, di era digital saat ini, Pembinaan ASN harus mampu mendorong aparatur untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dalam bekerja dan bermasyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....