Komitmen Forum Anak Turatea dalam Menjaga Marwah Generasi Masa Depan Jeneponto

  • 05 Apr 2026 15:37 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar – Program IDOLA (Indonesia Layak Anak) PRO1 RRI Makassar edisi Minggu, 5 April 2026, menghadirkan diskusi mendalam mengenai perlindungan anak di tingkat daerah. Dipandu oleh penyiar Arfan Yusri, siaran kali ini mengangkat tajuk "Mewujudkan Mandala Nir-Wasita: Yang Aman, Rahayu, dan Niskala." Perspektif lokal menjadi sangat kental dengan kehadiran M. Fatur Rahman Batara, Ketua Forum Anak Turatea (FAT) Kabupaten Jeneponto periode 2025-2026, sebagai narasumber.

Dalam dialog tersebut, Fatur Rahman Batara membedah filosofi Mandala Nir-Wasita dari kacamata kearifan lokal dan perlindungan anak di akar rumput. Bagi masyarakat Turatea, konsep ini bukan sekadar teori, melainkan upaya menciptakan "Mandala" atau lingkungan yang bersih dari pengaruh negatif (Nir-Wasita). Ia menekankan bahwa tantangan anak-anak di daerah seperti Jeneponto memerlukan pendekatan yang menyentuh aspek fisik maupun batiniah agar tumbuh kembang mereka tetap terjaga di tengah arus modernisasi.

Pilar "Aman, Rahayu, dan Niskala" dijelaskan Fatur sebagai fondasi utama dalam pergerakan Forum Anak Turatea. Aman berarti menjamin perlindungan anak dari kekerasan dan eksploitasi di lingkungan sosial. Rahayu mencerminkan kondisi sejahtera, selamat, dan harmonis secara mental. Sementara Niskala merujuk pada penjagaan nilai-nilai luhur dan spiritualitas anak yang tak kasat mata namun menjadi penentu karakter utama mereka di masa depan.

Sebagai Ketua Forum Anak Turatea, Fatur menyoroti pentingnya peran anak sebagai pelopor dan pelapor (2P) dalam mewujudkan ekosistem yang kondusif. “Di Kabupaten Jeneponto, tantangan seperti pernikahan anak dan literasi digital masih menjadi fokus utama. Melalui konsep Mandala Nir-Wasita, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat anak bukan sebagai objek pembangunan, melainkan subjek yang memiliki hak suara untuk menentukan masa depannya sendiri,” jelas fatur.

"Mandala Nir-Wasita bagi kami di Jeneponto adalah ikhtiar untuk memastikan setiap anak merasa 'Aman' di rumahnya, 'Rahayu' dalam jiwanya, dan tetap memiliki koneksi 'Niskala' terhadap nilai budaya serta agama. Kami di Forum Anak Turatea berkomitmen menjadi garda terdepan dalam memastikan ruang lingkup tersebut tidak tercemar oleh hal-hal yang merusak masa depan kami," tegas M. Fatur Rahman Batara.

Langkah konkret yang dilakukan Forum Anak Turatea dalam menerjemahkan visi besar tersebut ke dalam program kerja di daerah sangat luar biasa. Ini mengungkap bahwa kolaborasi antara media publik seperti RRI dan forum anak daerah sangat krusial untuk menyebarluaskan pesan-pesan edukatif. Hal ini sejalan dengan komitmen Provinsi Sulawesi Selatan dalam mewujudkan kabupaten/kota layak anak secara menyeluruh.

Sebagai penutup, Fatur mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak lelah dalam mendengar suara anak. “Visi Mandala Nir-Wasita hanya bisa akan tercapai jika ada sinergi antara kebijakan pemerintah dan aksi nyata di lapangan.Di momen ini saya tegaskan, diharapkan masyarakat akan semakin sadar bahwa menjaga satu anak berarti menjaga masa depan bangsa agar tetap Aman, Rahayu, dan Niskala dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” tutup Fatur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....