Makna Fitrah dan Tantangan Ibadah Pasca Lebaran

  • 30 Mar 2026 19:18 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Dialog “Makassar Sore Ini” pada Minggu, 29 Maret 2026 mengangkat fenomena sosial pasca Lebaran terkait makna kembali kepada fitrah. Diskusi ini menyoroti tantangan menjaga nilai ibadah setelah Ramadan berakhir.

Narasumber Dr. Andi Amiruddin MA menjelaskan bahwa fitrah tidak hanya dimaknai secara ritual. Namun juga mencakup hubungan sosial yang harmonis antar sesama manusia.

Fenomena keluarga yang justru renggang saat Lebaran menjadi perhatian dalam dialog tersebut. Padahal momen Idulfitri seharusnya menjadi ajang mempererat silaturahmi.

“Halal bihalal adalah sarana saling memaafkan untuk menyempurnakan kembali kepada fitrah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dosa antar manusia harus diselesaikan melalui saling memaafkan.

Selain itu, muncul pertanyaan terkait orang yang tidak menjalankan puasa tanpa alasan syar’i. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat seseorang kembali kepada fitrah.

“Jika tanpa alasan yang dibenarkan tidak berpuasa, maka itu bukan kembali fitrah, justru menambah dosa,” tegasnya.

Penjelasan ini menjadi peringatan bagi umat Islam untuk serius menjalankan kewajiban.

Dalam dialog juga dibahas kondisi pekerja yang sibuk hingga melalaikan ibadah.

Islam memberikan kemudahan seperti menjamak salat dalam kondisi tertentu. Namun demikian, kesibukan tidak boleh menjadi alasan meninggalkan kewajiban ibadah.

Disiplin waktu tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keimanan. Masyarakat diimbau untuk menjaga semangat ibadah setelah Ramadan.

Konsistensi amal dinilai sebagai bentuk nyata menjaga kesucian diri.

Dengan pemahaman yang tepat, kembali kepada fitrah dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya secara spiritual, tetapi juga dalam hubungan sosial yang lebih baik.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....