Isu Disabilitas Tanggung Jawab Bersama Seluruh Masyarakat
- 31 Jan 2026 12:24 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Isu inklusi disabilitas bukan hanya tanggung jawab penyandang disabilitas semata, melainkan seluruh elemen masyarakat sebab setiap orang adalah calon penyandang disabilitas di masa depan, baik karena faktor usia, kecelakaan, maupun kesehatan. Demikian disampaikan Yudistira Yusuf selaku Aktivis Difabel Palopo, Bendahara PPDI Palopo dan Koordinator Bidang HAM, Disabilitas, Perempuan, dan Anak Yayasan Wanua Nusantara Lestari saat bersama dalam Talkshow Ruang Disabilitas Edisi Sabtu, 31 Januari 2026.
“Harapan saya sendiri yaitu mari kita sama-sama ya, bukan hanya dari penyandang disabilitas, bukan hanya dari organisasi penyandang disabilitas itu sendiri, bukan hanya dari organisasi masyarakat sipil yang ingin bergabung bersama kami memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas Tapi mari kita semua warga negara Indonesia, khususnya Kota Palopo atau yang ada di Sulawesi Selatan ya, kita sama-sama memperjuangkan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Kenapa? Karena tidak bisa dipungkiri kita adalah calon-calon penyandang disabilitas, Mungkin bukan karena kita disabilitas karena sejak lahir, bisa saja disabilitas karena kecelakaan, bisa karena sakit, bisa karena faktor usia,” kata Yudistira kepada RRI.
DIikatakan, para aktifis difabel bersama organisasi disabilitas (OPDIS) dan organisasi masyarakat sipil (OMS) terus memperjuangkan hak-hak dari para penyandang disabilitas yang merupakan hak bersama seluruh masyarakat karena semuanya adalah calon-calon penyandang disabilitas itu sendiri.
“Jadi di sini kami dari organisasi disabilitas (OPDIS) dan organisasi masyarakat sipil (OMS) itu bukan hanya sebenarnya memperjuangkan hak kami, memperjuangkan hak kita bersama karena kita ini semua adalah calon-calon penyandang disabilitas itu sendiri,” katanya kepada RRI.
Lebih lanjut aktifis difabel ini mengatakan bahwa ada begitu banyak tantangan yang dialami oleh para penyandang disabilitas salah satunya adalah adanay stigma dari masyaraka, pemerintah bahkan stigma dari keluarga yang merupakan orang terdekat yang seharusnya memberikan semangat kepada para difabel agar tidak dipandang sebelah mata.
“Tantangannya sangat banyak. Yang pertama dari stigma masyarakat itu sendiri, stigma dari pemerintah, stigma dari keluarga terdekat, Itu sangat PR besar untuk saya sendiri Karena masyarakat pada umumnya berstigma bahwa kita disabilitas ini hanyalah beban, Kita dipandang sebelah mata, kita tidak bisa mandiri, kita tidak bisa apa ya,membuktikan bahwa kita juga bisa berkembang maju seperti orang pada umumnya, Kita tidak diberi ruang, kita tidak diberi kesempatan begitu, “kata Yudistira kepada RRI. (Alpianus Ba’ka)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....