Penguatan Komunitas Dinilai Efektif Menekan Praktik Judi Online
- 18 Jun 2026 08:40 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Maraknya praktik perjudian, khususnya judi online, menjadi tantangan serius yang mengancam kehidupan sosial masyarakat. Tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi keluarga, perjudian juga berpotensi merusak moral, memicu konflik sosial, hingga menimbulkan persoalan psikologis.
Isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam program Apresiasi Budaya Lokal pada Selasa, 16 Juni 2026, di Pro 4 RRI Makassar dengan menghadirkan narasumber Dr. Yusran, S.Th.I., M.Hum dari Ikatan Dai Muda Indonesia dalam tema “Pencegahan Judi Berbasis Komunitas: Dari Mimbar ke Aksi Nyata.”
Dalam dialog tersebut, Dr. Yusran menjelaskan bahwa upaya pencegahan judi tidak dapat hanya mengandalkan penegakan hukum. Menurutnya, keterlibatan masyarakat melalui pendekatan komunitas menjadi langkah penting dalam membangun ketahanan sosial. Ketika lingkungan sekitar memiliki kesadaran yang tinggi terhadap bahaya judi, maka potensi penyebaran praktik tersebut dapat ditekan secara bersama-sama.
Mimbar dakwah memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi moral dan keagamaan kepada masyarakat. Namun, pesan-pesan yang disampaikan dari mimbar harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti pendampingan keluarga, pembinaan remaja, serta penyelenggaraan kegiatan positif yang mampu mengalihkan masyarakat dari aktivitas yang merugikan, tegas Dr. Yusran.
Menurut Dr. Yusran, keluarga merupakan benteng pertama dalam pencegahan judi. Orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak serta mengawasi penggunaan teknologi digital secara bijak. Dengan penguatan nilai agama dan karakter sejak dini, generasi muda diharapkan memiliki ketahanan diri terhadap berbagai bentuk penyimpangan sosial.
Lebih lanjut, ia mengajak para dai muda untuk aktif hadir di ruang digital. Pasalnya, promosi judi daring kini semakin masif melalui media sosial dan platform internet. Oleh karena itu, dakwah digital yang edukatif dan relevan dengan kehidupan generasi muda perlu terus diperkuat sebagai upaya menangkal pengaruh negatif tersebut.
Yusran menambahkan bahwa pencegahan judi membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari tokoh agama, pemerintah, lembaga pendidikan, hingga komunitas masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, produktif, dan bebas dari praktik perjudian.
Dalam kesempatan itu, Dr. Yusran juga menekankan pentingnya menghidupkan nilai-nilai budaya lokal yang menjunjung tinggi kebersamaan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi modal sosial dalam membangun masyarakat yang saling mengingatkan dan menjaga satu sama lain dari berbagai ancaman sosial.
Melalui program Apresiasi Budaya Lokal ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pencegahan judi bukan hanya tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dari mimbar hingga aksi nyata di tengah komunitas, gerakan kolektif menjadi langkah strategis untuk menciptakan lingkungan yang sehat, harmonis, dan bermartabat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....