Basarnas Resmi Tutup Operasi Pencarian Kecelakaan Pesawat

  • 23 Jan 2026 20:28 WIB
  •  Makassar

RRI CO. ID, Makassar : Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama unsur SAR gabungan TNI/Polri, potensi SAR, dan media menggelar konferensi pers terkait operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan pesawat di aula Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Jumat malam, 23 Januari 2026.

Konferensi pers tersebut dipimpin langsung Kepala Basarnas RI Mohammad Syafii. Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa operasi SAR telah dilaksanakan secara maksimal dengan pembagian dua unsur besar, yakni pencarian udara dan darat.

“Sejak menerima distress signal, seluruh unsur langsung bergerak sesuai tugas masing-masing. Kondisi di lapangan sangat dinamis dan penuh tantangan, namun semua potensi telah dikerahkan,” ujar Mohammad Syafii kepada awak media.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, potensi SAR, hingga masyarakat dan media yang turut mendukung kelancaran operasi pencarian dan evakuasi.

Berdasarkan laporan yang diterima dari Disaster Victim Identification (DVI) Polri, hingga akhir operasi SAR telah ditemukan sebanyak 10 jenazah korban. Namun, proses identifikasi korban masih terus dilakukan oleh tim berwenang.

“Jumlah jenazah yang ditemukan sebanyak 10 orang. Untuk identitas korban masih dalam proses pendalaman oleh tim DVI Polri,” jelasnya.

Dengan mempertimbangkan masukan seluruh unsur yang terlibat serta hasil evaluasi di lapangan, Basarnas selaku SAR Koordinator Nasional menyatakan operasi pencarian dan evakuasi resmi dihentikan.

“Dengan dasar tersebut, saya selaku Kepala Basarnas RI menyatakan operasi pencarian dan evakuasi kecelakaan pesawat dinyatakan selesai,” tegas Mohammad Syafii.

Meski demikian, Basarnas tetap melanjutkan operasi dalam bentuk kesiapsiagaan rutin yang dilaksanakan oleh Kantor SAR wilayah Sulawesi Selatan.

Kesiapsiagaan ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya laporan lanjutan dari masyarakat apabila masih ditemukan bagian pesawat atau korban di lokasi kejadian.

“Jika sewaktu-waktu ada laporan dari masyarakat, sekecil apa pun temuan tersebut, kami tetap siap menindaklanjuti,” tambahnya.

Mohammad Syafii menegaskan bahwa keselamatan dan kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama Basarnas dalam setiap penugasan operasi SAR.

Konferensi pers ditutup dengan pernyataan resmi bahwa seluruh tahapan operasi telah dilaksanakan sesuai prosedur, serta doa bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.(*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....