Hari Ketujuh SAR, Tujuh Jenazah Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi

  • 23 Jan 2026 19:44 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros : Evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, kembali dilakukan melalui jalur udara dengan tingkat risiko yang sangat tinggi. Pada hari ketujuh operasi SAR, Jumat 23 Januari 2026, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tujuh paket kantong jenazah melalui Lanud Sultan Hasanuddin, Maros.

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han, menjelaskan proses evakuasi dimulai sejak pukul 07.30 Wita dengan memanfaatkan kondisi cuaca yang sempat mendukung. Namun, evakuasi dilakukan secara bertahap karena lokasi penjemputan berada di lereng tebing dengan kemiringan hampir 90 derajat serta memiliki area pendaratan yang sangat terbatas.

“Dalam operasi udara hari ini, kami berhasil mengevakuasi tujuh paket. Evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan faktor keselamatan penerbang dan kru,” ujar Arifaini.

Pada operasi udara tersebut, heli Caracal H225M milik TNI Angkatan Udara pada sorti pertama membawa dua paket kantong jenazah. Selanjutnya, heli Dolphin milik Basarnas membawa satu paket pada sorti kedua. Evakuasi kemudian dilanjutkan oleh heli Caracal yang kembali membawa dua paket, disusul heli Dolphin membawa satu paket, dan pada evakuasi terakhir heli Caracal mengangkut satu paket kantong jenazah.

Dengan tambahan tujuh paket hari ini, total paket kantong jenazah yang berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan mencapai 11 paket, termasuk di antaranya beberapa paket berisi body part korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.

Selain helikopter, TNI Angkatan Udara juga mengerahkan pesawat Boeing 737 untuk melakukan pemantauan udara dari ketinggian. Pemantauan ini bertujuan memberikan informasi terkait kondisi cuaca serta arah angin kepada pilot helikopter yang terlibat langsung dalam proses evakuasi di lokasi.

Seluruh jenazah yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke Biddokkes Polda Sulawesi Selatan untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI.

“Untuk kelanjutan operasi, nanti malam akan dilakukan evaluasi untuk menentukan apakah evakuasi dapat dilanjutkan, dengan tetap mengutamakan faktor cuaca dan keselamatan seluruh personel di lapangan,” tambah Arifaini.

Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi dan kondisi di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....