Polda Sulsel Ungkap Data Penumpang KM Nurul Salsa
- 22 Jul 2026 11:38 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, Makassar - Polda Sulawesi Selatan mengemukakan perkembangan terbaru penanganan kasus tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar pada 15 Juli 2026. Informasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulsel di Kantor Bidokkes, Jalan Kumala, Makassar, Rabu (22/7/2026).
Konferensi pers dipimpin Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto, didampingi Kabid Bidokkes dr. Muhammad Haris, perwakilan Ditreskrimum, serta tim forensik Fakultas Kedokteran Unhas. Kombes Pol Didik Supranoto menjelaskan kapal tersebut berlayar dari Jampea menuju Benteng sebelum akhirnya mengalami musibah. "Dari data Basarnas, jumlah penumpang dalam kapal tersebut ada 76 orang. Tetapi yang masuk dalam manifest ada 45 orang. Jadi sebagian tidak masuk dalam manifest," ujar Didik.
Saat ini tercatat 59 orang berhasil ditemukan selamat, terdiri dari nakhoda, tujuh ABK, dan 50 penumpang. Satu orang meninggal dunia, sementara 17 orang masih terus dicari. Didik menyebut proses identifikasi terus dilakukan, termasuk pengambilan sampel DNA dari keluarga korban. "Untuk sampel DNA dari keluarga korban yang sudah diambil oleh Bidokkes ada 15 sampel. Dua lainnya masih dalam proses pengambilan," jelasnya.
Pihak kepolisian menegaskan belum menetapkan tersangka dalam kasus ini, namun mendalami dugaan kelalaian dan pemalsuan dokumen. Pasal yang diselidiki meliputi Pasal 474 ayat (1) KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian, serta Pasal 551 KUHP terkait dugaan pemalsuan surat. "Prosesnya masih dalam penyelidikan. Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Kami masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari Polres Selayar," tegas Didik.
Sementara itu, Kabid Bidokkes Polda Sulsel dr. Muhammad Haris menyampaikan pihaknya menerima dua jenazah dari Basarnas pada Rabu pagi pukul 06.30 WITA. "Dua kantong jenazah tersebut telah kami label dengan nomor PMB01 dan PMB02. Kami terima dari tim Basarnas Makassar, kemudian dibawa ke Instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk dilakukan identifikasi," kata Haris.
Proses identifikasi dilakukan tim gabungan DVI dan forensik Unhas guna memastikan kesesuaian identitas kedua jenazah tersebut. Kepolisian juga mendalami faktor penyebab kecelakaan, yakni cuaca buruk serta dugaan kelebihan muatan penumpang yang jauh melebihi data manifest.
"Cuaca memang buruk. Tetapi kita ketahui juga dari manifest ada 45 orang, sementara berdasarkan hasil pemeriksaan ada 76 orang. Jadi cuaca buruk kemudian ditunjang dengan kelebihan muatan penumpang," tambah Didik. Polda Sulsel terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan berjanji menyampaikan perkembangan selanjutnya secara bertahap kepada publik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....