Gen Z dan Tantangan Masa Depan Indonesia

  • 04 Mar 2026 10:19 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, MAKASSAR – Masjid Raya Makassar kembali menjadi pusat syiar Islam melalui siaran langsung Pro1 RRI Makassar pada Rabu, 4 Maret 2026. Menghadirkan penceramah Prof. Dr. H. Barsihan Noor, M.Ag, topik yang diangkat sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini, Gen Z dan Tantangan Masa Depan Indonesia.

Dalam ceramahnya, Prof. Barsihan tidak hanya menyampaikan teori, tetapi membedah fakta lapangan yang ditemuinya langsung dalam beberapa hari terakhir di jalanan Kota Makassar. Beliau menyoroti degradasi moral remaja yang kian mengkhawatirkan. Prof. Barsihan mengawali ceramah dengan menceritakan tiga kejadian yang membuatnya mengelus dada.

Fenomena Brimob Gadungan Dimakassar dimana ada Sekelompok remaja yang membawa senjata mainan dan menghadang jalan, menciptakan keresahan bagi pengguna jalan. Kemudian ada juga fakta yang ada di makassar Bocah yang belum menginjak usia sekolah dengan santainya merokok di lampu merah tanpa rasa sungkan.

Selain itu ada juga Pamer Maksiat di Bulan Suci dimana Gerombolan remaja motor yang merokok di pagi hari bulan Ramadan, seolah memamerkan pembangkangan terhadap nilai agama. "Bagaimana mereka bisa menjadi pemuda yang bertanggung jawab untuk bangsa jika sejak dini mentalitasnya sudah tidak terkendali?" ujar Prof. Barsihan dengan nada prihatin.

Ia menegaskan bahwa kehancuran sebuah negara seringkali bukan karena serangan militer luar, melainkan keroposnya mentalitas generasi dari dalam. "Ada dua penyakit utama yang kini menyerang Gen Z adalah Food (Makanan/Zat Terlarang) dimana Merujuk pada data BNN, Sulawesi Selatan mencatatkan sekitar 86.000 remaja terlibat narkoba. Modus operandinya semakin licin, seperti mencampurkan narkoba ke dalam rokok atau cairan vape agar tidak dicurigai orang tua, kemudian Film (Tontonan/Game Online diamana Paparan layar yang berlebihan melalui game online tidak hanya merusak cara berpikir dan menghabiskan waktu, tetapi juga berdampak fisik, " tuturnya.

Menutup ceramahnya, Prof. Barsihan mengutip pepatah Arab, "Syubbanul yaum rijalul ghad" (Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan). Ia juga mengingatkan jamaah akan firman Allah dalam Al-Qur'an agar umat Islam merasa khawatir jika meninggalkan generasi yang lemah (dhu'afa). "Indonesia tidak akan hancur oleh musuh dari luar jika mental generasinya tangguh. Sejarah membuktikan bambu runcing bisa menang melawan penjajah karena mental pahlawan kita yang hebat. Inilah yang harus kita tanamkan kembali pada anak-anak kita," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....