Tiga Tingkatan Puasa Menurut Imam Al-Ghazali
- 25 Feb 2026 22:57 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi umat Muslim yang dilakukan selama satu bulan penuh di bulan ke-9 kalender Hijriah. Esensinya bukan sekadar menahan lapar, tapi juga melatih kesabaran dan empati.
Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Makassar, Awaluddin Umar Ladoangin dalam podcast RRI Rabu, 25 Februari 2026 mengungkapkan bahwa terdapat beberapa kelompok orang yang menjalankan ibadah puasa. Dikatakan bahwa Imam Al-Ghazali membagi kelompok tersebut menjadi 3 kelompok.
| Baca juga: Pentingnya Bermazhab dalam Beribadah |
“Yang pertama, orang yang berpuasa yang disebut dengan shaumul umum puasanya orang-orang umum puasanya orang-orang awam. Kemudian, ada puasanya orang-orang khusus yaitu shaumul khusus, dan juga puasanya orang-orang khususil khusus” jelas Awaluddin
Pada tingkatan shaumul umum atau puasanya orang awam, maka hanya menahan lapar dan dahaga saja. Kelompok ini disebut juga level pemula yang dilakukan oleh kebanyakan orang.
| Baca juga: Ramadan Sebagai Madrasah Pendidikan Taqwa |
Selanjutnya, kelompok shaumul khusus yang mana puasa bukan lagi soal fisik saja tapi juga soal etika dan panca indra. “Orang-orang khusus itu tidak sama dengan orang awam tadi, dia menahan lapar dan dahaga, menahan hubungan syahwatnya, dia juga mampu menahan tulisannya, perbuatan tangannya, tutur katanya, pandangan matanya, pendengarannya, langkahnya. Jadi seluruh tubuhnya ini dia puasa kan selama bulan suci Ramadan” ungkap Awaluddin.
Lebih lanjut dikatakan, berbeda halnya dengan kelompok ketiga yang merupakan tingkatan tertinggi. Pada tingkatan shaumul khususil khusus, di dalam hati hanya ada satu, Dia itu Allah Swt.
“Kalau puasanya orang awam, kalau dia makan batal puasanya. Puasanya orang khusus, kalau dia tidak menjaga pandangan matanya, dianggap batal puasanya. Tetapi, puasanya orang khususil khusus itu, di dalam hatinya hanya ada Allah. Kalau sedang berpuasa, lalu ada yang masuk di dalam hatinya selain Allah maka batal puasanya. Ini adalah tingkatan puasa yang tertinggi dan ini sulit bagi kita” tutup Awaluddin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....