Lengkuas Tak Sekadar Bumbu, Kaya Senyawa Bioaktif untuk Tubuh
- 15 Sep 2026 10:01 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Lengkuas menjadi salah satu tanaman herbal yang kian sering dimanfaatkan dalam masakan kuliner Nusantara karena aroma khas dan manfaat kesehatannya yang teruji secara ilmiah. Melansir dari National Library Of Madicine Rimpang berwarna putih kekuningan ini tidak hanya memperkaya rasa, tetapi juga memberikan efek fungsional bagi tubuh berkat kandungan senyawa bioaktifnya.
Dalam tradisi kuliner Indonesia, lengkuas atau laos (Alpinia galanga) biasa dimemarkan lalu dimasukkan ke dalam gulai, rendang, dan berbagai masakan bersantan agar kuah lebih harum serta bebas bau amis. Penggunaannya yang serbaguna ini menjadikan lengkuas bumbu wajib di banyak dapur rumah tangga maupun restoran tradisional.
Kekuatan aroma lengkuas berasal dari minyak atsiri dan senyawa seperti 1′S-1′-acetoxychavicol acetate (ACA), galangin, serta eugenol yang turut memberi nuansa pedas-segar berbeda dari jahe. Senyawa-senyawa ini tidak hanya memengaruhi profil rasa, tetapi juga berperan sebagai agen antimikroba alami yang membantu menjaga kualitas masakan.
Penelitian internasional menunjukkan bahwa ekstrak rimpang Alpinia galanga memiliki aktivitas antioksidan dan antiradang yang signifikan, sehingga konsumsi masakan berlengkuas dapat memberi dampak positif bagi kesehatan jangka panjang. Dalam konteks kuliner, hal ini memperkuat alasan mengapa rempah ini dipertahankan dalam resep turun-temurun di Asia Tenggara.
Di Sulawesi Selatan khususnya Makassar, lengkuas sering dijumpai dalam olahan ikan goreng berbumbu, sup daging, dan aneka gulai yang menjadi favorit warga lokal. Penambahan parutan atau irisan lengkuas saat menumis bumbu membuat aroma masakan lebih tajam dan menggugah selera.
Selain sebagai bumbu, lengkuas juga dimanfaatkan dalam bentuk serundeng, kriuk goreng, atau bahkan minuman herbal yang dikombinasikan dengan madu dan jeruk nipis untuk menjaga daya tahan tubuh. Kreativitas pengolahan ini menunjukkan bahwa tanaman herbal ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk kuliner bernilai tambah.
Keberadaan lengkuas dalam masakan tradisional tidak hanya melestarikan cita rasa Nusantara, tetapi juga menjadi bentuk penerapan pangan fungsional berbasis kearifan lokal yang didukung bukti ilmiah modern. Dengan demikian, lengkuas layak terus dijaga sebagai warisan kuliner sekaligus aset kesehatan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....