Kue Taripang Penganan khas Masyarakat Bugis Makassar
- 20 Mei 2025 20:42 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar: Kue Taripang, sebuah nama yang mungkin asing bagi sebagian telinga, namun sangat akrab di lidah dan hati masyarakat Bugis Makassar. Kudapan manis ini bukan sekadar camilan biasa, melainkan cerminan kekayaan budaya dan tradisi kuliner yang telah diwariskan secara turun-temurun. Setiap gigitan Taripang menghadirkan sensasi rasa yang unik, membawa kita menyelami nostalgia masa lalu dan kehangatan kebersamaan yang terjalin dalam setiap perayaan.
Taripang umumnya memiliki bentuk lonjong pipih atau bulat, dengan warna cokelat kehitaman yang khas. Penampilannya yang sederhana justru menyimpan daya tarik tersendiri. Bahan dasar utama kue ini adalah beras ketan yang diolah sedemikian rupa, kemudian dicampur dengan gula merah atau gula aren yang memberikan cita rasa manis legit yang mendalam. Aroma harum dari gula merah yang berpadu dengan kekenyalan ketan menjadi identitas tak terpisahkan dari Taripang.
Proses pembuatan Kue Taripang terbilang cukup detail dan membutuhkan kesabaran. Beras ketan terlebih dahulu direndam, kemudian dikukus hingga matang dan empuk. Setelah itu, ketan ditumbuk atau digiling halus hingga menjadi adonan yang kenyal dan lengket. Barulah adonan ini dicampur dengan lelehan gula merah yang telah dimasak hingga mengental. Proses pencampuran ini membutuhkan tenaga ekstra agar adonan tercampur rata dan kalis sempurna.
Dikutip dari laman wikipedia salah satu ciri khas Taripang adalah teksturnya yang kenyal namun lembut di dalam, dengan bagian luar yang sedikit renyah atau berkaramelisasi akibat penggorengan. setelah adonan terbentuk, Taripang kemudian digoreng hingga matang dan berwarna keemasan. Proses penggorengan inilah yang memberikan sentuhan akhir pada kue ini, menciptakan kontras tekstur yang memanjakan lidah.
Ditengah masyarakat Bugis Makassar, Kue Taripang bukan hanya dinikmati sebagai kudapan sehari-hari. Ia memiliki peran penting dalam berbagai acara adat dan perayaan. Mulai dari acara pernikahan, syukuran, hingga upacara adat lainnya, Taripang seringkali hadir sebagai salah satu sajian wajib. Kehadirannya melambangkan kemanisan, kebersamaan, dan harapan akan keberkahan bagi yang merayakan.
Meskipun zaman terus berkembang dan ragam kuliner modern semakin menjamur, Kue Taripang tetap mempertahankan eksistensinya. Banyak generasi muda Bugis Makassar yang mulai tertarik untuk melestarikan resep dan cara pembuatannya. Hal ini menunjukkan bahwa Taripang bukan sekadar makanan, melainkan juga bagian tak terpisahkan dari identitas dan warisan budaya yang patut dijaga.
Kue Taripang adalah bukti nyata bahwa keindahan dan kenikmatan bisa ditemukan dalam kesederhanaan. Dengan cita rasa otentik dan nilai historis yang melekat, Taripang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi jendela yang memperkenalkan kita pada kekayaan tradisi kuliner masyarakat Bugis Makassar yang patut dibanggakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....