Kue Apang, Cita Rasa Tradisi dalam Setiap Gigitan

  • 28 Apr 2025 10:14 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar: Kue Apang merupakan makanan tradisional yang berasal dari masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan yang telah ada sejak tahun 1960-an. Kue ini dibuat dari campuran beras, tepung terigu, gula merah, air kelapa, santan, dan ragi, kemudian dikukus hingga matang. Dengan tekstur lembut dan cita rasa manis yang khas, kue ini menjadi favorit, terlebih ketika disajikan bersama kelapa parut.

Kue Apang biasanya dihidangkan dengan teh atau kopi hangat, menambah suasana hangat dalam setiap pertemuan keluarga atau komunitas. Lebih dari sekadar makanan ringan, Kue Apang memiliki makna budaya yang mendalam bagi masyarakat Bugis. Menurut goodnewsfromindonesia.id, dalam upacara menre’ bola, yang menandai masuknya ke rumah baru, kue ini menjadi simbol harapan akan perlindungan dan keselamatan bagi penghuni rumah.

Kehadirannya pada acara tersebut mencerminkan nilai-nilai spiritual dan keyakinan masyarakat terhadap kekuatan tradisi dalam menjaga keharmonisan hidup. Di samping itu, Kue Apang juga memiliki peran penting dalam upacara songka’ bala, sebuah ritual tolak bala yang dijalankan oleh para bissu di Segeri, Pangkep.

Ritual ini bertujuan untuk mengusir penyakit dan melibatkan berbagai persiapan, termasuk penyembelihan ayam dan penyajian kudapan tradisional seperti onde-onde, leppe-leppe, dan tentu saja, Kue Apang. Kehadiran kue ini dalam acara tersebut memperkuat statusnya sebagai simbol harapan dan perlindungan dalam tradisi Bugis.

Seiring waktu, Kue Apang tetap ada dan mudah ditemukan di pasar tradisional di Sulawesi Selatan, seperti di Sidrap, Pinrang, dan Parepare. Kue ini tidak hanya dihidangkan dalam adat istiadat, tetapi juga menjadi camilan sehari-hari yang digemari berbagai kalangan. Keberadaannya yang terus bertahan menunjukkan bagaimana tradisi kuliner dapat eksis dan beradaptasi dalam dunia modern.

Walaupun mirip dengan kue apem dari Jawa, Kue Apang memiliki keunikan tersendiri dalam hal bahan, bentuk, dan makna budaya. Dalam konteks kue apem yang dikenal dengan permohonan maaf, Kue Apang lebih menekankan harapan akan kehidupan yang tenang dan aman. Perbedaan ini menggambarkan keragaman budaya Indonesia yang kaya dan unik, di mana setiap daerah memiliki kuliner khas dengan filosofi yang mendalam.

Berikut langkah-langkah membuat kue Apang:

Bahan pertama

- 460 gr Gula Aren / Gula Merah

- 800 ml Air

- Daun Pandan

Bahan Kedua

- 500 gr Tepung Beras

- 100 gr Tepung Terigu

- 1 Sdt Baking powder

- 2 Sdt Ragi Instan / Permifan

- 1/2 Sdt Garam

- 2 Bks Santan Instan 65 ml

Bahan Ketiga

- 1/2 Butir Kelapa Parut

- 1/2 Sdt Garam

- Daun Pandan

Cara Buat

- Campur Semua Bahan Pertama, Lalu Masak Sampai Gula Larut, Sisihkan

- Campur Semua Bahan Kedua, Lalu Aduk Rata

- Campur Bahan Pertama dan Kedua, Aduk Lalu Tutup kemudian Diamkan -/+ 30 sampai 60 Menit

- Campur Semua Bahan Ketiga Lalu Kukus -/+ 10 Menit

- Aduk Adonan Setelah 30-60 Menit

- Olesi Cetakan Dengan Sedikit Minyak

- Tuang Adonan Sampai Penuh Lalu Kukus -/+ 20 Menit atau Sampai Matang

- Sajikan Dengan Kelapa Parut


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....