Angkringan, Kuliner Khas Jawa Tengah Favorit Warga Makassar
- 29 Jan 2025 13:41 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar : Angkringan Nasi Kucing, salah satu kuliner ikonik dari Jawa Tengah, telah berhasil memikat hati banyak orang, termasuk warga Makassar. Meskipun berasal dari Yogyakarta dan Solo, kelezatan dan keunikan sajian ini telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk ke Makassar Sulawesi Selatan.
Angkringan dengan menu andalan nasi kucing telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner Jawa Tengah dan Yogyakarta. Nasi kucing, yang terdiri dari porsi kecil nasi dengan lauk sederhana seperti sambal, ikan teri, atau tempe, awalnya disajikan untuk memenuhi kebutuhan makan para pekerja dengan harga terjangkau. dalam perkembangannya menyesuaikan minat masyarakat yang bertambah menu Nasi kucing menambah pilihan lauk yang terdiri dari nasi putih dengan lauk sederhana seperti sambal terasi, oseng tempe, ikan teri, tumis buncis, Telur ceplok, Sate Ayam, Sate Usus, Sate Sosis, Sate Paru. Khusus nasi kucing disajikan dalam porsi kecil yang membuatnya terasa ringan dan cocok untuk camilan malam hari. Nama "nasi kucing" berasal dari porsi kecilnya yang dianggap seukuran porsi makanan untuk kucing.
Menurut detik.com Konsep angkringan sendiri berasal dari tradisi masyarakat Jawa yang gemar berkumpul di warung-warung kecil di pinggir jalan. Angkringan biasanya memiliki suasana santai dan harga yang terjangkau, membuatnya populer di kalangan mahasiswa, pekerja, dan keluarga. Meski harganya murah, konsumen warung Angkringan ini sangat bervariasi. Mulai dari tukang becak, tukang bangunan, pegawai kantor, mahasiswa, seniman, bahkan hingga pejabat dan eksekutif. Antara pembeli dan penjual sering terlihat mengobrol dengan santai dalam suasana penuh kekeluargaan.
Angkringan juga terkenal sebagai tempat yang egaliter karena bervariasinya pembeli yang datang tanpa membeda-bedakan strata sosial atau SARA. Mereka menikmati makanan sambil bebas mengobrol hingga larut malam meskipun tak saling kenal tentang berbagai hal atau kadang berdiskusi tentang topik-topik yang serius. Harganya yang murah dan tempatnya yang santai membuat angkringan sangat populer di tengah kota sebagai tempat persinggahan untuk mengusir lapar atau sekadar melepas lelah.
Tidak beda dengan daerah asalnya, kehadiran warga pendatang asal daerah kuliner berasal ke kota Makassar membuat kehadiran angkringan nasi kucing tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga ruang sosial untuk bersantai dan bercengkerama bagi warga yang berasal dari luar Makassar ataupun bagi warga Makassar sendiri.
Keberadaan angkringan nasi kucing di Makassar juga menjadi bukti kuatnya pertukaran budaya kuliner di Indonesia. Warga Makassar yang dikenal memiliki selera makan yang kuat, terutama terhadap makanan pedas dan gurih, menemukan kesesuaian dengan cita rasa nasi kucing. Selain itu, harga yang terjangkau membuat kuliner ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....