Perkuat Akses Keuangan, OJK Sulselbar Sasar Warga Pesisir
- 11 Mei 2026 16:00 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar- Penguatan akses keuangan bagi masyarakat pesisir terus menjadi perhatian utama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama para pemangku kepentingan daerah. Melalui sinergi Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Kantor OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) kembali menghadirkan edukasi dan perluasan akses layanan keuangan kepada masyarakat nelayan di Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai, pada 6 Mei 2026.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara OJK Sulselbar, Industri Jasa Keuangan, dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Sinjai sebagai bagian dari upaya mempercepat terwujudnya masyarakat yang semakin inklusif terhadap layanan jasa keuangan formal. Menanggapi hal itu, Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Perizinan LJK Kantor OJK Sulsel Sulbar, Arif Machfoed mengatakan peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.
"Sinergi antara Pemerintah Daerah, Industri Jasa Keuangan, dan OJK menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem keuangan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke desa-desa,"kata Arif, Senin 11 Mei 2026.
Ia berharap program ini dapat menjadi motor penggerak bagi penguatan ekonomi masyarakat nelayan melalui akses keuangan yang lebih luas, berkualitas, dan berkelanjutan. "diharapkan para nelayan tidak hanya memiliki akses keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkan layanan keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga,"ungkapnya.
Pihaknya terus mendorong implementasi Program Ekosistem Keuangan Inklusif di berbagai daerah sebagai bagian dari komitmen memperluas akses keuangan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing. "Mudah-mudahan program ini mampu membuka akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal yang aman, terjangkau, dan produktif, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan dan mengembangkan usaha,"harap Arif.
Sebelumnya, Desa Tongke-Tongke dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena memiliki potensi ekonomi pesisir dan aktivitas nelayan yang cukup besar. Berbagai materi edukasi disampaikan kepada masyarakat, mulai dari pentingnya pengelolaan keuangan keluarga, akses pembiayaan usaha, pemanfaatan produk tabungan dan asuransi, hingga pemahaman penggunaan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....