Sering Tidur Larut, Ini Dampaknya bagi Kesehatan

  • 29 Sep 2026 08:53 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Tidur menjadi salah satu kebutuhan penting bagi tubuh setelah menjalani berbagai aktivitas sepanjang hari. Namun, kebiasaan tidur larut malam masih sering dilakukan, baik karena pekerjaan, tugas, penggunaan gawai, maupun sekadar menghabiskan waktu untuk menonton atau bermain media sosial.

Bagi sebagian orang, tidur larut mungkin dianggap sebagai kebiasaan biasa. Padahal, jika dilakukan terus-menerus dan membuat waktu tidur menjadi kurang, kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan serta aktivitas sehari-hari.

Dilansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, orang dewasa usia 18 hingga 40 tahun membutuhkan waktu tidur sekitar 7 hingga 8 jam setiap hari. Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk menghindari begadang jika tidak memiliki keperluan khusus dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Kurang tidur dapat membuat tubuh tidak bekerja secara optimal. Kemenkes menyebutkan, seseorang yang kurang tidur dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi, mudah mengantuk, serta mengalami gangguan pada kemampuan berpikir dan mengingat. Kondisi ini tentu dapat mengganggu aktivitas, terutama bagi mahasiswa maupun pekerja yang membutuhkan konsentrasi sepanjang hari.

Tidak hanya berpengaruh pada konsentrasi, kurang tidur juga dapat memengaruhi suasana hati. Seseorang bisa menjadi lebih mudah merasa lelah, mudah tersinggung, atau mengalami perubahan suasana hati. Tidur yang cukup juga berperan dalam menjaga kesehatan fisik dan mental.

Jika kebiasaan kurang tidur berlangsung dalam jangka panjang, dampaknya dapat menjadi lebih serius. Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa kurang tidur berkaitan dengan peningkatan risiko sejumlah masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, obesitas, depresi, hingga stroke.

Data dari Centers for Disease Control and Prevention atau CDC juga menunjukkan bahwa orang dewasa pada umumnya membutuhkan setidaknya tujuh jam tidur setiap malam. CDC mengaitkan kurang tidur dengan berbagai masalah kesehatan dan menyarankan masyarakat untuk menjaga jadwal tidur yang teratur.

Untuk memperbaiki pola tidur, masyarakat dapat mulai dengan menetapkan waktu tidur dan bangun yang konsisten. Mengurangi penggunaan ponsel menjelang waktu tidur, membatasi konsumsi kafein, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman dan tenang juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.

Tidur bukan sekadar waktu untuk berhenti beraktivitas. Istirahat yang cukup menjadi bagian penting dalam menjaga tubuh tetap sehat dan membantu seseorang menjalani aktivitas dengan lebih baik. Karena itu, kebiasaan tidur larut sebaiknya tidak dianggap sepele, terutama jika membuat kebutuhan tidur setiap hari tidak terpenuhi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....