Kebiasaan Mengunyah Es Batu Bisa Jadi Tanda Penyakit
- 22 Sep 2026 18:26 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Di hari yang terik pada musim kemarau, menikmati minuman dingin dengan tambahan butiran es batu tentu menjadi cara yang paling cepat dan menyegarkan untuk melepas dahaga. Namun, di balik kenikmatan tersebut, muncul sebuah pertanyaan mengenai kebiasaan sebagian orang yang gemar mengunyah es batu langsung dari lemari es.
Apakah aktivitas sederhana ini berdampak buruk bagi kesehatan tubuh? Mengonsumsi es batu sesekali tentu tidak perlu dikhawatirkan, tetapi jika dilakukan secara terus-menerus dan berulang, hal tersebut bisa menjadi sinyal adanya masalah kesehatan tertentu yang mendasarinya.
Dikutip dari www.klikdokter.com, Kebiasaan mengonsumsi atau mengunyah es batu secara kompulsif dalam dunia medis dikenal dengan istilah pagofagia. Apabila seseorang sering kali merasakan keinginan yang kuat untuk mengonsumsi es batu setiap hari, kondisi ini patut diwaspadai karena bisa menjadi tanda dari defisiensi nutrisi tertentu maupun gangguan makan.
Selain memengaruhi kesehatan secara keseluruhan, kebiasaan buruk ini juga berpotensi membahayakan kualitas hidup penderitanya dalam jangka panjang jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat dari tenaga medis profesional. Salah satu dampak fisik yang paling nyata dari kebiasaan mengunyah es batu adalah timbulnya berbagai gangguan kesehatan pada gigi.
Tekstur es batu yang sangat keras dapat memberikan tekanan berlebih pada struktur gigi, sehingga memicu hilangnya lapisan enamel atau email gigi yang berfungsi sebagai pelindung utama. Jika lapisan pelindung ini terkikis, gigi akan menjadi lebih sensitif dan rentan mengalami kerusakan secara umum, mulai dari retak kecil hingga gigi berlubang yang memerlukan perawatan khusus dari dokter gigi.
Lalu, kondisi kesehatan apa saja yang sebenarnya dapat memicu seseorang memiliki dorongan kompulsif untuk mengunyah es batu? Berdasarkan dunia medis, terdapat beberapa kondisi spesifik yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami pagofagia, di antaranya adalah anemia defisiensi besi dan gangguan psikologis seperti pica.
Kedua kondisi ini memiliki latar belakang medis yang berbeda, namun sama-sama memerlukan perhatian serius agar tidak berdampak lebih buruk bagi kesehatan penderitanya. Kecenderungan mengonsumsi es batu secara kompulsif sangat erat kaitannya dengan salah satu tipe anemia, yaitu anemia defisiensi besi.
Anemia sendiri terjadi ketika darah di dalam tubuh tidak mengandung hemoglobin dalam jumlah yang cukup untuk menjalankan fungsinya dengan normal. Perlu diketahui bahwa hemoglobin merupakan komponen penting dalam darah yang bertugas menghantarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh.
Tanpa pasokan oksigen yang memadai, penderita anemia biasanya akan sering merasa lemas, mudah lelah, hingga mengalami sesak napas saat beraktivitas. Berdasarkan hasil penelitian medis, mengonsumsi es ternyata dapat memberikan efek tertentu bagi individu dengan anemia defisiensi besi dengan cara mengarahkan aliran darah yang lebih banyak menuju ke otak.
Semakin tinggi aliran darah yang mengalir ke otak, maka semakin banyak pula pasokan oksigen yang bisa didapatkan oleh organ vital tersebut. Mekanisme ini diduga terjadi karena otak merupakan salah satu organ utama yang sangat rentan mengalami kekurangan oksigen akibat kurangnya zat besi.
Peningkatan suplai oksigen tersebut pada akhirnya dapat memicu peningkatan kejelasan pikiran serta kewaspadaan bagi penderitanya. Selain berkaitan dengan kekurangan nutrisi, kebiasaan pagofagia juga bisa menjadi bagian dari salah satu gangguan makan yang dikenal sebagai pica.
Pica merupakan suatu kondisi psikologis di mana seseorang memiliki dorongan kompulsif untuk mengonsumsi benda-benda bukan makanan secara berulang, seperti tanah liat, abu, kotoran, atau dalam hal ini adalah es batu. Individu yang mengalami pica biasanya tidak didorong oleh kekurangan zat gizi fisik seperti pada kasus anemia, melainkan lebih mengarah pada aspek kesehatan mental yang kerap terjadi bersamaan dengan gangguan psikis lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....