Empat Hormon Bahagia yang Bisa Dipicu dari Kebiasaan Sehari-hari
- 16 Sep 2026 13:50 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, MAKASSAR - Rasa bahagia sering dianggap hanya sebagai reaksi terhadap peristiwa menyenangkan, padahal tubuh juga memiliki sistem biologis yang ikut mengatur suasana hati. Melansir penninecare.nhs istilah "hormon bahagia" umumnya digunakan untuk menggambarkan beberapa zat kimia tubuh yang berkaitan dengan rasa senang, nyaman, termotivasi, dan terhubung dengan orang lain.
Empat jenis yang paling sering disebut adalah dopamin, serotonin, oksitosin, dan endorfin. Keempatnya memiliki fungsi berbeda sehingga rasa bahagia tidak dapat dijelaskan hanya oleh satu hormon atau satu zat kimia dalam tubuh.
Dopamin berkaitan dengan sistem penghargaan dan motivasi, misalnya ketika seseorang berhasil mencapai tujuan atau menerima sesuatu yang dianggap menyenangkan. Serotonin berperan dalam pengaturan suasana hati, tidur, nafsu makan, dan berbagai fungsi tubuh lainnya.
Oksitosin berkaitan erat dengan kedekatan dan ikatan sosial, sehingga interaksi positif dengan keluarga, sahabat, atau pasangan dapat menghadirkan rasa nyaman. Endorfin berfungsi sebagai pereda nyeri alami tubuh dan dapat memunculkan perasaan lebih baik ketika seseorang berolahraga, tertawa, atau melakukan aktivitas tertentu yang menyenangkan.
Kebahagiaan dapat dibedakan secara sederhana menjadi rasa bahagia yang lebih organik dan kebahagiaan semu. Kebahagiaan organik tumbuh dari aktivitas yang memberi kepuasan, makna, hubungan sosial, dan manfaat jangka panjang, sedangkan kebahagiaan semu sering muncul sebagai kesenangan singkat yang dapat mendorong seseorang terus mencari rangsangan berikutnya.
Kebahagiaan semu tidak selalu berarti setiap kesenangan singkat adalah sesuatu yang buruk, tetapi seseorang perlu memahami batasnya. Contohnya, aktivitas seperti belanja berlebihan atau penggunaan zat adiktif dapat memicu sistem penghargaan secara kuat, namun kesenangan sesaat tersebut tidak selalu menghasilkan kesejahteraan yang bertahan lama dan bahkan dapat menimbulkan masalah baru.
Beberapa kegiatan sederhana dapat membantu tubuh menghasilkan zat kimia yang berkaitan dengan perasaan positif, seperti berolahraga, berjalan di luar ruangan, tertawa, mendengarkan atau memainkan musik, bermeditasi, serta membangun interaksi sosial yang hangat. Memberi bantuan kepada orang lain dan melakukan kegiatan yang dianggap bermakna juga dapat meningkatkan rasa senang sekaligus memperkuat hubungan sosial.
Agar rasa bahagia bertahan lebih lama, seseorang dapat membangun kebiasaan positif secara konsisten daripada terus mengejar kesenangan instan, termasuk aktif bergerak, menjaga hubungan sosial, tidur cukup, dan memberi ruang untuk aktivitas yang bermakna. Kebahagiaan yang lebih stabil umumnya perlu dibangun sebagai bagian dari pola hidup, bukan hanya dicari melalui satu pengalaman menyenangkan yang berlangsung sesaat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....