Bebas Biaya, Warga Sulsel Bisa Cek Kesehatan Mata Gratis di Puskesmas saat Ultah

  • 22 Agt 2026 11:26 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat komitmen pelayanan kesehatan masyarakat dengan menggalakkan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Indera Penglihatan/Mata. Program strategis berbasis siklus hidup ini ditujukan untuk menjangkau masyarakat umum pada momentum hari ulang tahun mereka sebagai bentuk pendekatan promotif dan preventif kesehatan.

Kepala Seksi PTM Bidang P2P Dinas Kesehatan Prov. Sulsel, Hasriyani, SKM, M.KM., menekankan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai esensi dasar kelainan penglihatan sebelum mengikuti skema pemeriksaan ini. Hasriyani menjelaskan, gangguan penglihatan ditandai dengan penurunan tajam penglihatan (visus) di bawah batas standar normal 6/6 pada pemeriksaan Snellen Chart.

"Yang dimaksud dengan gangguan penglihatan adalah kondisi berkurangnya tajam penglihatan seseorang yang diukur berdasarkan kemampuan baca dari jarak tertentu apabila dibandingkan dengan tajam penglihatan normal," terang Hasriyani dalam siaran dialog interaktif program Indonesia Sehat di LPP RRI Makassar pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Lebih lanjut ia menyebut, beragam faktor risiko yang memicu timbulnya penyakit indera penglihatan, baik yang dipicu oleh pola hidup modern maupun faktor usia dan genetika. Kepala Seksi PTM ini menjelaskan, kebiasaan penggunaan perangkat digital jarak dekat secara terus-menerus serta penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi menjadi pemicu utama yang harus diwaspadai sejak dini.

"Faktor risiko miopi atau rabun jauh itu genetik atau perilaku membaca dengan jarak dekat secara terus-menerus atau misalnya bekerja dengan komputer, laptop, atau melihat HP. Sementara katarak dan glaukoma dipengaruhi faktor usia di atas 40 tahun, riwayat keluarga, hingga penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes melitus," ungkap dia.

"PKG ulang tahun ini fokus pada upaya promotif dan preventif yang berorientasi pada kelompok sasaran sesuai siklus hidup, mulai dari balita, anak sekolah, remaja, hingga dewasa. Tujuannya adalah mengidentifikasi faktor risiko untuk menjaga masyarakat tetap sehat, mendeteksi kondisi prapenyakit agar tidak berlanjut, serta mendeteksi penyakit lebih awal guna mencegah komplikasi dan menurunkan risiko kematian," paparnya.

Mengenai mekanisme pendaftaran menurut tenaga Kesehatan ini, Dinkes Sulsel memberikan kemudahan aksesibilitas bagi masyarakat melalui pendaftaran digital via aplikasi Satu Sehat Mobile maupun pendaftaran langsung secara mandiri di Puskesmas, Pustu, atau Posyandu terdekat. Sistem pendaftaran ini juga lebih lanjut kata dua, dirancang fleksibel sehingga masyarakat tidak diwajibkan melakukan pemeriksaan tepat di tanggal lahir mereka.

"Alat bantu yang dipakai yaitu Tumbling E atau Snellen Chart untuk mengukur ketajaman penglihatan dari jarak jauh, occluder atau pinhole untuk mengetahui apakah penglihatan membaik atau tidak, penlight senter untuk mengecek reaksi pupil, hingga ophthalmoscope serta trial lens dan trial frame untuk pemeriksaan lanjutan menentukan ukuran kacamata," jelasnya secara terperinci.

Diakhir dialog, Hasriyani memaparkan alur penanganan klinis yang terstruktur di Puskesmas, mulai dari sesi anamnesis hingga tahapan rujukan medis ke rumah sakit jika ditemukan kelainan berat seperti katarak matur atau glaukoma. Bagi masyarakat dengan kondisi mata normal, edukasi pencegahan tetap diberikan agar fungsi penglihatan dapat terus terjaga secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....