Sugar Rush, Lonjakan Energi Instan Dari Konsumsi Gula Berlebihan

  • 27 Jul 2026 12:20 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Sugar rush merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang merasa lebih berenergi, bersemangat, atau lebih aktif setelah mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula. Kondisi ini umum terjadi setelah mengonsumsi minuman bersoda, permen, kue manis, minuman energi, atau makanan penutup yang mengandung gula sederhana dalam jumlah besar.

Ketika gula masuk ke dalam tubuh, karbohidrat sederhana akan dicerna dengan cepat menjadi glukosa. Glukosa kemudian diserap ke dalam aliran darah sehingga kadar gula darah meningkat dalam waktu singkat. Sebagai respons, pankreas melepaskan hormon insulin untuk membantu memindahkan glukosa ke dalam sel sebagai sumber energi. Proses ini membuat sebagian orang merasa lebih segar dan bersemangat dalam waktu singkat. Namun, setelah insulin bekerja, kadar gula darah dapat turun kembali dengan cepat sehingga muncul rasa lelah, mengantuk, sulit berkonsentrasi, bahkan kembali merasa lapar dalam waktu yang relatif singkat.

Fenomena yang sering disebut sebagai siklus naik turun gula darah. Makanan atau minuman dengan indeks glikemik tinggi cenderung memicu perubahan kadar glukosa yang lebih cepat dibanding makanan yang mengandung serat, protein, atau lemak sehat. Karena itu, konsumsi gula berlebihan secara berulang dapat membuat tubuh lebih sering mengalami fluktuasi energi. Pola makan tinggi gula dalam jangka panjang meningkatkan risiko obesitas, diabetes melitus tipe 2, penyakit kardiovaskular, serta gangguan metabolisme apabila tidak diimbangi pola makan dan gaya hidup sehat.

Kebanyakan orang mengira Sugar rush membuat kemampuan berpikir atau bekerja menjadi lebih baik. Konsumsi gula tidak memberikan perbaikan suasana hati maupun peningkatan kewaspadaan yang bertahan lama. Sebaliknya, setelah sekitar satu jam, banyak orang justru mengalami penurunan energi dan rasa lelah yang lebih besar dibanding sebelum mengonsumsi gula.

Energi akan tetap stabil dengan mengurangi konsumsi gula tambahan dan memilih makanan dengan kandungan gizi yang lebih seimbang. Sumber karbohidrat kompleks seperti gandum utuh, beras merah, kentang, dan oat melepaskan glukosa secara lebih perlahan sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Mengombinasikan karbohidrat dengan protein, lemak sehat, serta serat juga dapat memperlambat penyerapan gula dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Kebiasaan ini membantu tubuh memperoleh energi yang lebih konsisten sepanjang hari dibanding mengandalkan makanan atau minuman yang sangat manis.

Anjuran konsumsi gula rutin yang disarankan melansir who.int dibatasi kurang dari 10 persen dari total kebutuhan energi harian, bahkan lebih baik lagi jika di bawah 5 persen untuk memberikan manfaat kesehatan tambahan. Membaca informasi kandungan gula pada label kemasan, mengurangi minuman berpemanis, serta memperbanyak konsumsi buah utuh dibanding minuman manis menjadi langkah sederhana yang dapat diterapkan setiap hari. Upaya yang akan membantu menjaga keseimbangan kadar gula darah sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan yang berkaitan dengan konsumsi gula berlebihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....