Waspada Heatstroke, Kondisi Gawat Darurat akibat Cuaca Panas

  • 06 Sep 2026 09:41 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Cuaca panas ekstrem yang melanda Makassar dua bulan terakhir memicu kekhawatiran akan risiko heatstroke. Kondisi ini merupakan tahap paling parah dari gangguan akibat paparan panas berlebih pada tubuh.

Heatstroke terjadi ketika tubuh sudah kehilangan kemampuan mengatur suhunya sendiri. Kondisi ini muncul setelah dehidrasi dan heat exhaustion tidak segera ditangani. "Heatstroke ini dia merupakan kondisi yang udah gawat darurat," ujar Naila Amalia Afandi, S.Ked, dokter muda IKM-IKK-IKP Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, dalam dialog Kiprah Sulsel RRI Pro 1 Makassar. Sabtu, 5 September 2026.

Ia menjelaskan penurunan kesadaran menjadi penanda utama heatstroke. Gejala ini muncul karena sel-sel otak tidak lagi mendapat suplai cairan dan oksigen yang cukup.

Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah kebingungan, kejang, hingga pingsan. Kulit penderita juga terasa sangat panas namun keringat justru menghilang, bukan tanda membaik melainkan tanda cairan tubuh sudah habis. "Karena heatstroke ini berarti tubuh sudah tidak bisa meregulasi suhu lagi, jadi kondisi gawat darurat," kata Naila.

Kelompok berisiko tinggi meliputi pekerja outdoor seperti buruh tambang dan petani, lansia, anak-anak, serta orang yang tidak terbiasa dengan suhu panas ekstrem. Penanganan pertama heatstroke harus segera dilakukan begitu tanda linglung atau pingsan muncul. Penderita perlu segera dipindahkan ke tempat sejuk sambil menunggu pertolongan medis.

"Kalau tanda-tandanya sudah seperti mau pingsan atau pandangan mulai buram, kita harus segera panggil pertolongan medis," ungkap Naila.

Masyarakat diimbau tidak menyepelekan gejala kelelahan akibat panas selama cuaca ekstrem masih berlangsung. Kesadaran mengenali tanda dini dapat mencegah kondisi berkembang menjadi gawat darurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....