Formaldehid Alami pada Ikan, Bukan Kontaminasi Sengaja Formalin
- 15 Agt 2026 18:10 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, MAKASSAR - Formaldehid yang ditemukan dalam tes kimia tidak berarti ikan secara sengaja telah diawetkan menggunakan formalin. Senyawa ini dapat terbentuk secara alami di dalam jaringan ikan, terutama setelah ikan mati, melalui perubahan senyawa Trimetilamina Oksida atau TMAO menjadi dimetilamina dan formaldehid oleh enzim tertentu.
TMAO merupakan senyawa alami yang banyak terdapat pada ikan laut dan berperan menjaga keseimbangan osmotik jaringan ikan. Setelah kematian ikan, melansir penelitian journal.ipb aktivitas enzim trimetilamina-N-oksida demetilase dapat menghasilkan formaldehid secara alami, terutama selama penyimpanan dan pembekuan pada jenis ikan tertentu.
Kondisi tersebut membuat hasil pemeriksaan formaldehid pada ikan tidak dapat langsung dijadikan bukti terjadi kontaminasi formalin secara sengaja. Jenis ikan, kondisi setelah kematian, suhu, lama penyimpanan, aktivitas enzim, serta metode pemeriksaan dapat memengaruhi kadar formaldehid yang terukur.
Hal yang berbeda terjadi jika formalin sengaja ditambahkan untuk menghambat pembusukan dan memperpanjang masa simpan. Formalin merupakan larutan yang mengandung formaldehid dan penggunaannya sebagai bahan tambahan pangan dilarang di Indonesia karena formaldehid bukan bahan pengawet yang diperbolehkan untuk pangan.
Pengawasan di sektor pangan dalam hal kadar formaldehid dinyatakan dalam mg/kg atau ppm melalui pemeriksaan laboratorium, regulasi formalin di Indonesia tidak menetapkan satu angka batas aman formalin tambahan yang berarti tidak memberi celah pelaku usaha boleh menambahkan formalin sampai angka tersebut. Regulasi Indonesia melansir pom.go.id menempatkan formalin sebagai bahan yang dilarang digunakan dalam pangan, sehingga keberadaan formaldehid alami harus dibedakan dari tindakan penambahan secara sengaja.
Perbedaan itu penting karena angka hasil uji tidak selalu dapat menentukan asal formaldehid hanya berdasarkan kadarnya. Pemeriksaan yang lebih kuat perlu mempertimbangkan jenis ikan, kondisi penyimpanan, riwayat penanganan, serta metode analisis laboratorium, karena penelitian menunjukkan formaldehid alami dapat berada pada tingkat yang cukup beragam bahkan tanpa penambahan formalin.
Masyarakat juga perlu memahami bahwa tes cepat yang menunjukkan adanya aldehid tidak otomatis membuktikan ikan mengandung formalin tambahan. Penetapan pelanggaran pangan membutuhkan pengujian yang sesuai dan interpretasi hasil berdasarkan karakteristik produk serta ketentuan keamanan pangan yang berlaku.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....