BBPOM Makassar Kolaborasi dengan 80 Apotek dalam Program ABSO
- 14 Agt 2026 14:35 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar terus memperluas kolaborasi dengan apotek dalam program Ayo Buang Sampah Obat (ABSO). Program ini menjadi upaya untuk memudahkan masyarakat membuang obat yang sudah tidak digunakan dengan cara yang aman dan benar.
Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan, mengatakan saat ini terdapat sekitar 80 apotek di Kota Makassar yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaan program tersebut. “Khusus di Kota Makassar yah, ada sekitar 80 yang saat ini sudah berkolaborasi dengan Balai Besar POM Makassar,” kata Yosef, Jumat, 14 Agustus 2026.
Dikatakan, apotek yang terlibat dalam program ABSO menyediakan tempat khusus bagi masyarakat untuk membuang obat yang sudah tidak terpakai. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi membuang sampah obat secara sembarangan.
Ia menjelaskan, keberadaan tempat khusus pembuangan obat di apotek menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara BBPOM dengan pelaku usaha kefarmasian dalam memberikan akses kepada masyarakat. Yosef menyebut apotek yang ikut dalam program tersebut dapat dikenali melalui tanda khusus, termasuk tempat sampah obat dan stiker bertuliskan ajakan untuk membuang sampah obat dengan benar.
Ia berharap keterlibatan apotek dalam program tersebut tidak berhenti pada jumlah yang ada saat ini. Seluruh apotek di wilayah kerja BBPOM Makassar diharapkan dapat mengambil bagian dalam program tersebut. “Harapan saya semua apotek bisa mendukung program ini karena sebenarnya sangat bagus,” ujarnya.
Yosef mengaku, saat ini titik pembuangan sampah obat masih banyak tersedia di wilayah Kota Makassar. Karena itu, pihaknya terus berkomunikasi dengan organisasi profesi dan pihak terkait untuk memperluas akses masyarakat.
Perluasan tersebut dinilai penting karena wilayah kerja BBPOM Makassar tidak hanya mencakup Kota Makassar. Masyarakat di daerah lain juga membutuhkan akses yang mudah untuk membuang obat yang sudah tidak digunakan.
Selain itu, BBPOM Makassar juga menggandeng Gabungan Pengusaha Farmasi (GP Farmasi) dalam mendukung program pengelolaan sampah obat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat jejaring pengumpulan sampah obat melalui apotek.
Ia berharap semakin banyak apotek yang menyediakan fasilitas pembuangan obat, maka semakin luas pula akses masyarakat untuk menemukan lokasi pembuangan. Adapun Program ABSO sekaligus menjadi bagian dari upaya BBPOM Makassar meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan dan pembuangan obat secara bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....