Program JKN Mengcover Semua Jenis Penyakit Kejiwaan
- 30 Jul 2026 13:03 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Berbagai penyakit kejiwaan terkadang tidak di sadari menjalar kediri sendiri bahkan terhadap orang-orang disekitar kita. Dari data yang dikutip dari berbagai sumber salah satu tanda penyakit kejiwaan, dimulai dari gejala seperti depresi ringan yang biasanya ditandai dengan sikap mudah tersinggung, tidak bersemangat, perubahan nafsu makan, mudah cemas hingga kehilangan percaya diri.
Bahkan tidak jarang mereka yang mengalami depresi, cenderung menarik diri dari lingkungannya. Menurut Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah IX, Asyraf Mursalina, yang ditemui rri belum lama ini menuturkan, penyakit depresi dan berbagai gejala kejiwaan terkadang diabaikan karena dianggap hal yang biasa ditengah masyarakat.
"jadi orang sudah banyak yang berobat itu karena penyakit depresi dan anxiety terutama. Dan kebiasaan masyarakat kita kan kalau penyakit depresi atau bipolar itu dianggap bukan penyakit menular, sehingga dianggap tidak ditanggung oleh Program JKN BPJS Kesehatan, " ungkapnya pada Rabu, 29 Juli 2026.
| Baca juga: Nyeri Haid Berlebihan Wajib Segera Diperiksa |
Untuk itu dirinya berharap jika masyarakat mendapati kondisi kejiwaan tersebut, agar segera berobat ke rumah sakit jiwa atau RS yang memiliki layanan psikiatri. "ada program JKN yang ketika kita mengalami gangguan kejiwaan, itu termasuk kedalam kelompok medis. Dan itu dijamin baik di fasilitas kesehatan pertama ataupun di rumah sakit rujukan selanjutnya, " tambahnya.
"Jangan salah, untuk penyakit kejiwaan itu obatnya tidak murah, bahkan ada yang sampai sejuta. Karena pengobatannya itu cukup lama. Tapi jangan khawatir semuanya dijamin kok oleh program JKN," tutur Asyraf Mursalina.
Ditambahkan, dari data BPJS Kesehatan, penyakit kesehatan mental year on year pada juni 2025 sebanyak 189.129 kasus dengan jumlah jiwa penderita sebanyak 47.542 jiwa. Jumlah ini meningkat di tahun 2026 menjadi 53.832 jiwa dengan jumlah kasus yakni 210.760 kasus.
Sementara untuk jumlah klaim pembayarannya juga mengalami kenaikan, dari tahun 2025 sebanyak Rp.74.000.507.729 Miliar, meningkat sebanyak Rp.76.339.165.743 Miliar. Dari data tersebut penyumbang perawatan terbanyak yang ditangani di rumah sakit yakni penyakit Neurotic atau depresi ringan, stress dan penyakit somatoform disorder atau Gangguan somatoform yakni kelainan psikologis pada seseorang yang ditandai dengan sekumpulan keluhan fisik yang tidak menentu, namun tidak tampak saat pemeriksaan fisik. Munculnya gangguan ini biasanya disebabkan oleh stres dan banyak pikiran.

Sementara itu, Plt. Kabid Humas RSK Dadi Makassar, Sukirman mengungkapkan, hingga kini masih di dapati sejumlah masyarakat yang abai akan penyakit kejiwaan. Berbagai faktor menjadi pemicunya, salah satunya adanya stigma ditengah masyarakat tentang dampak negatif yang ditimbulkan oleh ODGJ tersebut.
"sekarang ini jika didapati masyarakat yang abai dengan orang yang mengalami gangguan jiwa, bahkan jika terjadi tindakan pemasungan itu bisa saja mereka di tuntut secara hukum. Karena sekarang ini tindakan tersebut sudah tidak dibenarkan. Jadi jika ada orang yang sakit kejiawaannya sebaiknya dibawa ke Rumah sakit untuk di obati, "ujar Sukirman.
Ia juga menambahkan, untuk perawatan yang dilakukan di RSK Dadi Makassar, dapat melalui berbagai tahapan. Bahkan bagi pasien rawat inap dan rawat jalan di permudah dalam menggunakan layanan JKN BPJS Kesehatan. "Untuk itu bagi pasien yang berada di luar kota biasanya diberikan obat untuk jangka waktu sebulan, tanpa putus sebelum kahirnya kembali melakukan kontrol ulang ke RSK Dadi, "tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....