Jangan Terkecoh Klaim Kemasan, Begini Cara Membaca Label Gizi

  • 13 Jul 2026 12:50 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Banyak produk makanan dan minuman kemasan menampilkan klaim seperti “rendah lemak”, “tanpa gula”, atau “tinggi serat”. Namun, menurut informasi yang dipublikasikan Kementerian Kesehatan RI melalui laman ayosehat.kemkes.go.id, konsumen sebaiknya tidak langsung percaya pada klaim tersebut tanpa terlebih dahulu memeriksa informasi nilai gizi yang tertera pada kemasan.

Label gizi berfungsi memberikan informasi mengenai kandungan nutrisi dalam suatu produk, mulai dari jumlah energi atau kalori, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, hingga kandungan gula dan natrium. Dengan memahami informasi tersebut, masyarakat dapat memilih makanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan tubuh serta mengurangi risiko konsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan.

Salah satu bagian yang paling penting untuk diperhatikan adalah ukuran porsi. Seluruh angka yang tercantum pada label gizi dihitung berdasarkan satu porsi. Artinya, jika seseorang mengonsumsi dua porsi sekaligus, maka jumlah kalori, gula, lemak, maupun zat gizi lainnya juga harus dihitung dua kali lipat.

Selain itu, konsumen juga dianjurkan memperhatikan jumlah kalori serta kandungan makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Produk yang mengandung serat dan protein lebih tinggi umumnya dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, sementara konsumsi lemak jenuh dan lemak trans sebaiknya dibatasi demi menjaga kesehatan jantung.

Kandungan gula tambahan dan natrium juga perlu menjadi perhatian karena keduanya sering ditemukan dalam makanan olahan. Konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit metabolik, sedangkan natrium yang terlalu tinggi berpotensi memicu tekanan darah tinggi. Persentase Angka Kecukupan Gizi (%AKG) pada label juga dapat dijadikan acuan sederhana, di mana nilai sekitar 5 persen tergolong rendah dan 20 persen atau lebih tergolong tinggi.

Selain melihat tabel nilai gizi, masyarakat juga disarankan membaca daftar komposisi bahan. Bahan penyusun ditulis berdasarkan jumlah terbanyak hingga paling sedikit. Jika gula, sirup, atau tepung olahan berada di urutan awal, hal tersebut menandakan kandungannya cukup dominan dalam produk tersebut.

Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa langkah sederhana seperti membiasakan membaca label gizi sebelum membeli makanan kemasan dapat membantu masyarakat menjalani pola makan yang lebih sehat. Karena itu, jangan hanya terpikat oleh klaim pada bagian depan kemasan, tetapi pastikan informasi nilai gizi dan komposisinya juga diperiksa sebelum memutuskan untuk membeli atau mengonsumsinya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....