Empat Risiko Kesehatan akibat Konsumsi Gula Biang Berlebih
- 24 Jun 2026 08:39 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Gula biang merupakan salah satu jenis pemanis yang banyak digunakan dalam berbagai makanan dan minuman. Meskipun umumnya aman jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, konsumsi yang berlebihan dan berlangsung dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehat.
Kondisi ini terjadi karena asupan gula yang berlebihan dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat secara tidak stabil dan memaksa tubuh bekerja lebih keras dalam mengolahnya. Oleh karena itu, penting untuk membatasi konsumsi gula dalam makanan dan minuman sehari-hari serta menerapkan pola makan yang lebih sehat dan seimbang.
Dikutip dari laman Alodokter, Gula Biang jika dikonsumsi berlebihan dan dalam waktu lama, konsumsi gula biang tentu bisa meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memilih alternatif pemanis yang lebih sehat guna menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
| Baca juga: Kue Buah, Kaya Nutrisi dan Antioksidan Alami |
Berikut beberapa risiko kesehatan yang bisa terjadi jika gula biang dikonsumsi secara berlebihan:
1. Diabetes
Gula biang pada dasarnya tetap mengandung gula sederhana yang mudah diserap tubuh. Nah, jika dikonsumsi berlebihan, gula ini diketahui bisa menyebabkan kadar gula dalam darah melonjak tajam. Jika dibiarkan dan terjadi terus-menerus, meningkatnya kadar gula dalam darah dapat menyebabkan resistensi insulin, yang akhirnya meningkatkan risiko terjadinya penyakit diabetes.
2. Obesitas
Kandungan kalori dalam gula biang cukup tinggi, bahkan lebih tinggi dari gula biasa jika bentuknya cair atau pekat. Bila dikonsumsi terlalu sering tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup, asupan kalori berlebih dapat memicu kenaikan berat badan. Dalam jangka panjang, kondisi ini bahkan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas dan gangguan metabolisme lainnya.
3. Masalah gigi
Konsumsi gula biang secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya gigi berlubang. Hal ini bisa terjadi karena sisa gula biang yang menempel di langit-langit mulut dan gigi dapat membantu bakteri menghasilkan asam yang dapat mengikis email gigi, sehingga lapisan gigi rusak dan berlubang.
4. Gangguan pencernaan
Pada sebagian orang, konsumsi gula biang dalam jumlah banyak dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti perut kembung, begah, mual, atau diare. Hal ini bisa terjadi karena gula biang dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus.
Selain itu, makanan atau minuman yang mengandung gula biang biasanya juga mengalami proses fermentasi. Pada beberapa orang, hasil fermentasi tersebut dapat menghasilkan gas lebih banyak di saluran pencernaan sehingga perut terasa tidak nyaman atau kembung.
Kondisi ini biasanya semakin terasa apabila konsumsi dilakukan secara berlebihan atau pada orang yang memiliki sensitivitas terhadap makanan tertentu. Selain itu, proses fermentasi yang berlebihan di dalam usus juga dapat memicu peningkatan produksi asam dan memperlambat proses pencernaan, sehingga rasa begah dan tidak nyaman di perut dapat bertahan lebih lama. Oleh karena itu, penting untuk mengatur pola konsumsi makanan dan minuman manis serta memperhatikan respons tubuh terhadap jenis makanan yang dikonsumsi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....