Indonesia Miliki Kasus Gagal Jantung Tertinggi Kedua di Asia

  • 17 Jul 2026 15:03 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Indonesia tercatat sebagai negara dengan prevalensi gagal jantung tertinggi kedua di Asia setelah Tiongkok. Tingginya angka tersebut dipicu oleh faktor risiko penyakit kardiovaskular yang belum terkendali dengan baik.

Dilansir dari tigapena.com. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Rony Marethianto Santoso, mengatakan gagal jantung merupakan tahap akhir dari berbagai penyakit jantung yang berkembang akibat faktor risiko kronis yang tidak ditangani sejak dini. Menurut Rony, hipertensi, diabetes, penyakit jantung koroner, gangguan katup jantung, efek samping kemoterapi, hingga komplikasi kehamilan dapat menurunkan fungsi pompa jantung apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Ia menjelaskan, hipertensi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah. Kondisi tersebut dapat melemahkan otot jantung dan berujung pada gagal jantung. Selain hipertensi, diabetes yang tidak terkendali juga berisiko menyebabkan diabetic cardiomyopathy, yaitu kerusakan otot jantung akibat kadar gula darah yang terus tinggi sehingga kemampuan jantung memompa darah menurun secara bertahap.

Rony juga menyoroti pola makan tinggi garam dan lemak yang masih banyak dijumpai di masyarakat. Kebiasaan tersebut meningkatkan kadar kolesterol dan risiko penyumbatan pembuluh darah koroner yang dapat merusak jaringan jantung secara permanen.

Menurutnya, kurangnya aktivitas fisik dan rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin turut menjadi penyebab tingginya kasus gagal jantung di Indonesia. Akibatnya, banyak pasien baru mengetahui penyakitnya setelah fungsi jantung mengalami penurunan.

Rony mengimbau masyarakat untuk mengendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, serta menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala guna menurunkan risiko penyakit jantung dan mencegah terjadinya gagal jantung. Berdasarkan Global Burden of Disease (GBD), Indonesia menempati peringkat kedua di Asia dalam jumlah kasus gagal jantung, setelah Tiongkok.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....