Hati Hati! Kurang Karbohidrat Picu Diabetes Melitus
- 15 Jun 2026 14:22 WIB
- Makassar
RRI.CO,ID, Makassar - Karbohidrat seringkali mendapat reputasi buruk, terutama jika Anda menderita diabetes. Karena karbohidrat memiliki pengaruh terbesar pada glukosa darah (gula darah), Anda mungkin berpikir bahwa Anda perlu berhenti mengonsumsinya. Tetapi karbohidrat memberi tubuh Anda energi dan menyediakan nutrisi yang dibutuhkan, seperti vitamin B, serat, kalsium, dan folat.
Kekurangan karbohidrat bisa memicu gangguan metabolisme yang berhubungan dengan diabetes mellitus (DM), karena tubuh kehilangan sumber energi utama untuk menjaga kestabilan gula darah. Kondisi ini dapat menyebabkan hipoglikemia dan memperburuk fungsi insulin. Dilansir dari diabetesfoodhub Saat Anda mengonsumsi karbohidrat, tubuh Anda memecahnya menjadi glukosa dan mengirimkannya ke dalam darah. Ini disebut glukosa darah.
Karbohidrat adalah bahan bakar utama tubuh. Saat kita makan nasi, roti, atau buah, tubuh mengubahnya menjadi glukosa yang masuk ke darah. Glukosa inilah yang menjadi energi untuk otak, otot, dan organ lain. Tanpa cukup karbohidrat, tubuh kesulitan menjaga kestabilan energi, yang memiliki pengaruh paling besar terhadap kadar gula darah. Jika jumlahnya terlalu sedikit, kadar gula bisa turun drastis. Kondisi ini disebut hipoglikemia, yang bisa berbahaya terutama bagi penderita DM yang menggunakan insulin.
Pada penderita DM, kekurangan karbohidrat justru bisa memperburuk keadaan. Tubuh tidak mendapat cukup glukosa, sehingga insulin yang ada tidak bekerja optimal. Akibatnya, metabolisme terganggu dan risiko komplikasi meningkat. Otak sangat bergantung pada glukosa. Kekurangan karbohidrat bisa membuat seseorang mudah lelah, sulit fokus, bahkan mudah marah. Hal ini memperlihatkan betapa pentingnya karbohidrat dalam menjaga fungsi mental.
Insulin berfungsi membawa glukosa dari darah ke dalam sel. Jika karbohidrat terlalu sedikit, kadar glukosa menurun, dan insulin tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Pada penderita DM, hal ini bisa memperburuk ketidakseimbangan metabolisme. Hipoglikemia adalah kondisi gula darah terlalu rendah. Gejalanya bisa berupa gemetar, berkeringat, pusing, hingga pingsan. Kekurangan karbohidrat meningkatkan risiko ini, terutama bagi penderita DM yang menggunakan obat atau insulin.
Karbohidrat tidak selalu buruk. Karbohidrat kompleks seperti biji-bijian, sayuran, dan buah lebih sehat karena dicerna perlahan, menjaga gula darah tetap stabil, dan memberi nutrisi tambahan seperti serat dan vitamin.Tubuh membutuhkan keseimbangan antara karbohidrat, protein, dan lemak. Mengurangi karbohidrat secara ekstrem bisa berbahaya, terutama bagi penderita DM. Yang lebih penting adalah memilih jenis karbohidrat yang tepat dan mengatur porsinya.
Kekurangan karbohidrat bukan solusi untuk mencegah atau mengatasi DM. Justru, tubuh membutuhkan karbohidrat dalam jumlah cukup agar gula darah stabil dan insulin bekerja dengan baik. Kuncinya adalah konsumsi karbohidrat sehat dalam porsi seimbang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....