Rambutan Bagi Diabetes, Aman atau Bahaya? Ini Faktanya

  • 16 Jul 2026 14:25 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID. Makassar - Buah rambutan merupakan salah satu buah yang bermusim, karena itu saat waktu musimnya tiba banyak yang berminat mencicipinya, sekalipun itu pantangan bagi penyakit tertentu seperti penderita Diabetes Melitus atau lebih dikenal dengan penyakit Gula. Rambutan bisa dikonsumsi penderita diabetes dalam jumlah terbatas, tetapi harus hati-hati karena daging buahnya mengandung gula alami. Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa kulit dan daun rambutan justru memiliki potensi membantu menurunkan kadar gula darah.

Rambutan merupakan salah satu buah tropis yang manis dan segar. Daging buahnya kaya akan gula alami seperti fruktosa dan sukrosa. Oleh karena itu bagi penderita diabetes, konsumsi berlebihan bisa memicu lonjakan kadar gula darah. Karena itu,bisa dikonsumsi tapi porsinya perlu dibatasi agar tetap aman.

Namun ada penelitian dari Europe PMC menunjukkan bahwa ekstrak kulit rambutan, memiliki efek anti-diabetes pada tikus. Ekstrak ini mampu menurunkan kadar gula darah, memperbaiki fungsi hati, ginjal, dan pankreas, serta meningkatkan aktivitas antioksidan. Dilansir dari europepmc. Kulit rambutan juga terbukti memiliki kemampuan menangkal radikal bebas dan menghambat enzim yang memecah karbohidrat. Studi di The Indonesian Biomedical Journal menyebutkan bahwa ekstrak kulit rambutan efektif sebagai antioksidan dan antiglikemik.

Selain kulit, daun rambutan juga memiliki efek antihiperglikemia. Penelitian dari Universitas Maranatha menunjukkan bahwa ekstrak daun rambutan dapat menurunkan kadar gula darah pada mencit yang diinduksi glukosa.

Meski kulit dan daun rambutan punya manfaat, daging buah rambutan tetap mengandung gula. Penderita diabetes sebaiknya tidak mengonsumsi rambutan dalam jumlah banyak. Satu atau dua buah sesekali masih bisa dinikmati, asal tidak berlebihan.Tetap harus hati hati, meskipun dinyatakan bisa jadi penangkal. Karena meskipun ekstrak kulit dan daun rambutan berpotensi dikembangkan sebagai bahan herbal untuk membantu mengontrol diabetes. Namun, penggunaannya masih terbatas pada penelitian hewan, sehingga belum bisa dijadikan terapi utama bagi manusia.

Penderita diabetes sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba pengobatan herbal, termasuk rambutan. Hal ini penting agar tidak terjadi interaksi dengan obat medis yang sedang dikonsumsi. Konsultasi Medis tetaplah yang utama, agar tidak terjadi hal hal yang tidak dinginkan.

Buah rambutan aman dikonsumsi penderita diabetes hanya dalam jumlah kecil. Tetap harus dalam jumlah tertakar, agar tidak berdampak fatal. Kulit dan daun rambutan justru memiliki potensi besar sebagai bahan alami penurun gula darah, meski masih perlu penelitian lebih lanjut pada manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....