Ini Gejala Awal Penyakit Stroke, Pertolongan dan Pencegahannya
- 10 Jun 2026 21:57 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Stroke merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti akibat sumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Saat pasokan oksigen ke otak terganggu, sel-sel otak mulai mengalami kerusakan dalam waktu singkat. Melansir World Health Organization (WHO), stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Risiko stroke dapat meningkat seiring bertambahnya usia, tetapi kasus pada usia produktif juga terus ditemukan akibat faktor gaya hidup dan penyakit penyerta.
Gejala awal stroke umumnya muncul secara mendadak tanpa peringatan yang jelas. Tanda yang paling sering ditemukan adalah wajah tampak menurun atau mencong pada satu sisi, kelemahan atau mati rasa pada lengan dan tungkai, kesulitan berbicara, bicara pelo, gangguan memahami ucapan, gangguan penglihatan, pusing berat, kehilangan keseimbangan, hingga sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba. Gejala tersebut dapat terjadi sendiri atau bersamaan tergantung bagian otak yang terdampak. Semakin cepat gejala dikenali, semakin besar peluang pasien memperoleh penanganan yang efektif.
Pengenalan gejala stroke saat ini banyak menggunakan metode B.E. F.A.S.T. Huruf B menunjukkan gangguan keseimbangan, E menunjukkan gangguan penglihatan, F mengacu pada wajah yang menurun, A pada kelemahan lengan, S pada gangguan bicara, dan T berarti waktu untuk segera mencari pertolongan medis. Metode ini dikembangkan untuk membantu masyarakat mengenali stroke sejak dini karena setiap menit yang terbuang dapat meningkatkan risiko kerusakan otak permanen.
Ketika seseorang diduga mengalami stroke, pertolongan pertama yang paling penting adalah segera menghubungi layanan darurat dan membawa pasien ke rumah sakit secepat mungkin. Pasien sebaiknya dibaringkan dengan posisi nyaman sambil memastikan jalan napas tetap terbuka. Jangan memberikan makanan, minuman, atau obat apa pun karena kemampuan menelan dapat terganggu dan meningkatkan risiko tersedak. Catat waktu pertama kali gejala muncul karena informasi tersebut sangat membantu dokter dalam menentukan jenis terapi yang dapat diberikan.
Sebagian orang mengalami serangan singkat yang disebut transient ischemic attack atau TIA, yang sering dikenal sebagai stroke ringan. Gejalanya mirip dengan stroke tetapi menghilang dalam waktu singkat. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat menjadi tanda awal terjadinya stroke yang lebih berat di kemudian hari. Setiap kejadian TIA tetap memerlukan pemeriksaan medis menyeluruh untuk menemukan penyebab dan mencegah serangan berikutnya.
Pencegahan stroke berfokus pada pengendalian faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi garam, serta gangguan irama jantung merupakan faktor yang paling sering berkontribusi terhadap terjadinya stroke. Menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, menghindari rokok, membatasi konsumsi alkohol, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala terbukti dapat menurunkan risiko stroke secara signifikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....