Mengenal Penyakit Kawasaki, Peradangan Pembuluh Darah pada Balita
- 29 Jul 2026 11:36 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID , Makassar - Penanganan dini menjadi faktor kunci dalam mencegah bahaya komplikasi jantung akibat Penyakit Kawasaki pada balita. Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak, dr. Abe Umaro, Sp.A, dalam siaran langsung Instagram resmi Kementerian Kesehatan (@kemenkes_ri).
dr. Abe Umaro menjelaskan bahwa Penyakit Kawasaki merupakan kondisi peradangan pembuluh darah yang memicu gejala khas, mulai dari demam tinggi berkelanjutan, mata merah tanpa kotoran, hingga perubahan pada area mulut dan ruam di kulit. Karena gejalanya mirip dengan campak, demam berdarah, atau infeksi virus lain, masyarakat sering kali terkecoh. dr. Abe memaparkan bagaimana dokter membedakan Penyakit Kawasaki dengan penyakit infeksi umum lainnya.
Menurutnya, pembeda utama terletak pada pola demam tinggi yang biasanya berlangsung lebih dari lima hari dan tidak merespons obat penurun panas biasa. Selain itu, terdapat kombinasi gejala khas seperti lidah memerah menyerupai buah stroberi (strawberry tongue), telapak tangan dan kaki yang membengkak atau memerah, serta pembengkakan kelenjar getah bening yang umumnya hanya terjadi di satu sisi leher.
"Masyarakat dan para orang tua perlu lebih peka terhadap gejala awal ini. Jika anak mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun disertai tanda-tanda fisik khas tersebut, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan laboratorium lanjutan," ujarnya dalam sesi edukasi tersebut.
Ia menambahkan, penanganan intensif yang diberikan pada fase awal sangat efektif untuk meredakan peradangan, sekaligus melindungi struktur pembuluh darah koroner anak dari kerusakan permanen. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu memeriksakan anak ke dokter spesialis guna memastikan diagnosis dan mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....