Mengelola Kelelahan dan Burnout: Pemulihan Psikologis pada Wanita

  • 26 Mei 2026 19:34 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Setiap individu memiliki metode yang berbeda dalam mengelola dan melepaskan emosi negatif yang sedang mereka hadapi. Cara adaptif dapat membuat seseorang menjadi lebih baik, sedangkan cara tidak adaptif justru berpotensi menambah masalah baru.

"Ada cara yang adaptif, ada cara yang tidak adaptif di mana cara adaptif adalah cara-cara yang membuat kita semakin terbangun, semakin lebih baik. Jangan sampai kita melakukan cara-cara tidak adaptif yang malah menambah masalah, tetapi dianggap bisa melepaskan diri dari masalah," ujar Psikolog, Novita Maulidya Jalal, dalam dialog Pengarusutamaan Gender Pro 1 RRI Makassar, Senin (25/5/2026).

Novita menjelaskan bahwa langkah konkret untuk mengatasi kelelahan fisik adalah dengan mengistirahatkan tubuh secara berkala dan melakukan perawatan diri yang proporsional. Sementara untuk kelelahan psikologis, individu disarankan memaknai kembali tujuan kerja serta mempraktikkan teknik membatasi pikiran yang tidak diperlukan.

Selain itu, mengembangkan hobi yang menyenangkan serta melakukan relaksasi pernapasan juga menjadi strategi ampuh untuk mengembalikan stabilitas emosional. Evaluasi secara objektif terhadap jumlah tugas dan ketersediaan waktu sangat penting untuk mengukur sejauh mana beban kerja telah melebihi kapasitas diri.

Jika beban kerja memang banyak dengan waktu terbatas, maka rasa lelah yang muncul pada diri seseorang merupakan hal yang wajar. Sebaliknya, jika tugas yang ada sebenarnya minim namun tubuh tetap merasa terbebani, maka terdapat indikasi masalah psikologis lain yang perlu dicermati.

"Normal atau tidaknya, kita lihat dulu dari situasinya, dalam artian apakah benar-benar beban itu terjadi atau mungkin beban itu tidak terjadi. Tetapi memang ada permasalahan psikologis pada diri kita sehingga apa pun stresor, apa pun tugas yang diberikan kita langsung terbebani," kata Novita menekankan parameter kenormalan stres.

Ketika berada di fase lelah yang memuncak, tidak sedikit wanita yang meluapkan emosi mereka melalui tangisan ataupun teriakan. Meski berteriak dianggap sebagai teknik pelepasan beban bagi sebagian orang, ia mengingatkan agar metode yang dipilih tetap positif serta tidak menyimpang dari norma sosial.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....